Sidak Nataru di Lapas Wahai Mengejutkan: Wartelsuspas 100% Steril, Zero Pelanggaran!
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 23

Foto : Humas Lapas Wahai
PAStime News, WAHAI – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperketat pengawasan keamanan dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di seluruh bilik Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), Jumat (12/12). Langkah ini merupakan implementasi langsung dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, terutama dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba serta pemutusan rantai penipuan yang kerap memanfaatkan sarana komunikasi ilegal di dalam Lapas.
Dalam sidak yang dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi itu, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran maupun penggunaan fasilitas secara ilegal. Hasil nihil temuan ini memperteguh komitmen Lapas Wahai dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan pelayanan komunikasi bagi Warga Binaan tetap berjalan aman, transparan, dan humanis.
Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa sidak ganda ini difokuskan untuk memastikan kesiapan Lapas menghadapi masa Nataru serta menjamin bahwa fasilitas Wartelsuspas digunakan sesuai prosedur.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mengimplementasikan Program Akselerasi. Wartelsuspas sering menjadi titik rawan penyalahgunaan alat komunikasi. Karena itu, kami pastikan seluruh perangkat dan bilik tetap steril dan tidak dimodifikasi untuk tujuan negatif yang dapat mengganggu kamtib, termasuk penipuan online,” ujar Tersih.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri, menambahkan bahwa penggeledahan ini merupakan langkah preventif dari jajaran pengamanan untuk menutup segala celah potensi pelanggaran.
“Fokus utama kami adalah memastikan area Wartelsuspas bebas dari praktik yang tidak sesuai aturan. Dengan kondisi yang steril, hak komunikasi Warga Binaan tetap aman, tersalurkan secara legal, dan terhindar dari penyalahgunaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Regu Pengamanan (Karupam), Jordi J. Laisina, menjelaskan bahwa sidak dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
“Kami bergerak sigap sesuai arahan Kalapas. Menjelang Nataru, area Wartelsuspas harus 100% aman. Pemeriksaan kami lakukan detail untuk memastikan tidak ada potensi penyimpangan. Hasilnya, semuanya terkendali,” tegas Jordi.
Dari Kanwil Kemenkumham Maluku, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi penuh atas langkah strategis yang dilakukan Lapas Wahai.
“Kami mengapresiasi sidak masif yang dilakukan Lapas Wahai. Upaya ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memutus peredaran narkoba dan modus penipuan yang sering bersumber dari fasilitas komunikasi ilegal. Zero tolerance harus diterapkan menjelang Nataru untuk menjaga kondisi kamtib tetap stabil,” tegas Ricky.
Keberhasilan Lapas Kelas III Wahai memastikan Wartelsuspas tetap steril dari pelanggaran sekaligus menjadi bukti nyata efektivitas pengawasan internal. Pada saat yang sama, langkah ini menegaskan kesiapan jajaran Pemasyarakatan dalam menjaga keamanan selama masa Nataru, sekaligus memastikan hak komunikasi Warga Binaan terpenuhi secara sah dan bertanggung jawab.
Melalui sidak menyeluruh ini, Lapas Wahai semakin meneguhkan diri sebagai satuan kerja yang berkomitmen tinggi dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan modern demi pelayanan publik yang optimal.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
