Sumur Gondang di kawasan Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, menjadi situs bersejarah yang airnya tak pernah surut.
Selain itu, sumur ini telah ada sejak 1553 M dan tetap mempertahankan nilai spiritualnya.
Dengan demikian, lokasi ini tidak hanya sumber air tetapi juga sarana ziarah religius.
Juru kunci setempat, Yono, 64 tahun, menjaga kawasan sejak 1991.
Ia menjelaskan Sumur Gondang merupakan petilasan tokoh-tokoh pilihan pada masanya.
“Datang ke sini ibarat bertamu kepada orang tua. Harus izin dulu, setelah selesai pamit,” ujar Yono.
Makna “keramat” merujuk pada karomah, yaitu jejak keberadaan wali atau sosok penting terdahulu.
Selain itu, air sumur tetap jernih meski berusia ratusan tahun.
Pengunjung kerap menggunakannya untuk wudu atau di minum dengan keyakinan tertentu.
Namun berbeda dari pemandian umum, Sumur Gondang memiliki tata krama yang wajib di patuhi.
Pengunjung dianjurkan meminta izin (“sowan”) sebelum mandi dan berpamitan setelah selesai.
Selain itu, pengunjung di larang mandi tanpa busana, bercanda berlebihan, atau bagi perempuan yang sedang menstruasi.
“Jika aturan di langgar, air bening bisa berubah keruh sebagai peringatan,” kata Yono.
Beberapa peziarah datang untuk memohon kelancaran rezeki, jodoh, dan keselamatan.
Namun Yono menekankan sumur dan air hanya perantara, sedangkan doa tetap di tujukan kepada Allah SWT.
Selain airnya, beredar cerita pengalaman aneh bagi pengunjung bersikap tidak sopan atau berniat buruk.
Ia juga menyebut adanya benda pusaka lama di sekitar lokasi yang diyakini masih tersimpan meski tak terlihat.
Kini, area Keramat Sumur Gondang mulai di tata lebih rapi tanpa mengurangi pohon besar yang menaungi lokasi.
Dengan demikian, suasana teduh dan tenang menjadikannya destinasi wisata religi yang tetap bertahan di tengah modernisasi.
Selain itu, sumur ini menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat pentingnya pelestarian budaya dan nilai spiritual di Kota Depok.

