Tatap Muka Perdana, Kalapas Tahuna Ajak Warga Binaan Jaga Kerukunan dan Ketertiban
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 25

Foto : Humas lapas Kelas IIB Tahuna
PAStime News, TAHUNA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tahuna, Yosef Leonard Sihombing, tatap muka perdana dengan Warga Binaan, Selasa (27/1). Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi awal Kalapas dengan seluruh Warga Binaan dalam rangka memperkuat kerukunan, ketertiban, dan kesiapan mengikuti program pembinaan.
Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antar-Warga Binaan serta mematuhi seluruh peraturan dan tata tertib yang berlaku di Lapas. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama agar seluruh program pembinaan dapat berjalan optimal.
“Marilah kita bersama-sama menjaga ketertiban di Lapas Tahuna. Patuhi dan jangan melanggar aturan yang ada. Jika keamanan terjaga dengan baik, maka seluruh program pembinaan yang saudara ikuti dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Yosef.
Pada kesempatan tersebut, Kalapas juga menegaskan bahwa pemenuhan hak integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Asimilasi, akan diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia memastikan setiap Warga Binaan memiliki kesempatan yang sama sepanjang memenuhi persyaratan dan berkelakuan baik selama menjalani masa pembinaan.
“Saya pastikan hak-hak integrasi akan diproses sesuai aturan. Kuncinya adalah disiplin, berperilaku baik, dan aktif mengikuti seluruh program pembinaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yosef mengajak seluruh Warga Binaan untuk berperan aktif dalam program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian. Program tersebut dinilai penting sebagai bagian dari proses rehabilitasi agar Warga Binaan memiliki bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kamar dan blok hunian. Lingkungan yang bersih, menurutnya, akan mendukung kesehatan, kenyamanan, serta mencegah timbulnya berbagai penyakit. Selain itu, ia mendorong Warga Binaan untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan ibadah dan perencanaan masa depan yang bermanfaat.
Menutup arahannya, Kalapas mengajak Warga Binaan untuk berjiwa besar dalam menerima konsekuensi atas kesalahan yang pernah diperbuat. Sikap menerima dinilai sebagai langkah awal untuk memperbaiki diri dan menjalani pembinaan dengan lebih baik.
“Setiap orang pernah berbuat salah. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan tersebut dan berkomitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Kegiatan tatap muka diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana Warga Binaan menyampaikan masukan dan saran secara terbuka. Kalapas menyatakan seluruh masukan akan dijadikan bahan evaluasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
