Telkom Siaga Natal 2025–Tahun Baru 2026, Infrastruktur Digital Dipastikan Prima di Seluruh Indonesia
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 23

Petugas Finnet Indonesia (Finpay), anak usaha PT Telkom, berjaga di ruang pemantauan performansi pada hari pertama pelaksanaan Posko Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Telkom Landmark Tower, Jakarta (Foto : Finnet Indonesia)
PAStime News, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya dalam memastikan kesiapan dan keandalan infrastruktur digital nasional menjelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU). Upaya ini dilakukan guna mendukung kebutuhan komunikasi dan konektivitas digital masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan pada periode akhir tahun.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa TelkomGroup secara konsisten menjaga kualitas layanan agar masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan tanpa gangguan, termasuk di wilayah yang terdampak bencana di Sumatera.
“Kebutuhan layanan konektivitas digital biasanya meningkat tajam selama Natal dan tahun baru. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan layanan yang andal dan prima agar setiap momen kebersamaan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Dian.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, TelkomGroup mengoperasikan Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026yang berpusat di wilayah Telkom Regional III. Posko ini berfungsi untuk memastikan proses pemantauan, pengamanan, serta pemulihan infrastruktur dan layanan digital berjalan optimal, khususnya di wilayah Sumatera.
Selama periode 19 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026, TelkomGroup melakukan monitoring jaringan secara intensif melalui 22 Posko Siaga NATARU, yang terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko anak perusahaan. Sebanyak 13.700 personel disiagakan dan bertugas secara bergantian selama 24 jam penuh setiap hari (24/7).
Dalam menghadapi lonjakan aktivitas digital masyarakat, TelkomGroup melakukan persiapan terintegrasi yang mencakup penguatan jaringan, optimalisasi infrastruktur, serta kesiapan sumber daya manusia. Perusahaan juga telah menyelesaikan perbaikan berbagai infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana.
“Hingga pertengahan Desember 2025, sebanyak 31 Sentral Telepon Otomat (STO) yang terdampak telah selesai diperbaiki dan kini beroperasi kembali secara normal 100 persen. Kami juga mempercepat pemulihan link backbone utama pada ruas Sibolga–Pematang Siantar–Padang Sidempuan,” jelas Dian.
Selain itu, progres penanganan gangguan pada jaringan transmisi dan Sistem Komunikasi Kabel Serat Optik (SKSO) telah mencapai 90 persen. Untuk memastikan keandalan layanan, TelkomGroup menyiapkan infrastruktur dan IT tools yang beroperasi secara redundan, didukung oleh 14 infrastruktur kabel laut domestik serta jalur trafik internasional.
Keandalan jaringan juga diperkuat melalui dua gateway utama di Batam dan Manado dengan total kapasitas mencapai 23,2 Tbps, meningkat 12 persen secara tahunan (year on year). Kapasitas ini memastikan kelancaran layanan di tengah tingginya intensitas penggunaan selama periode NATARU.
Tak hanya itu, TelkomGroup melalui Telkomsel juga melakukan penguatan jaringan akses dengan mengoptimalkan lebih dari 4.000 BTS 5G yang tersebar di 56 kota di seluruh Indonesia.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, TelkomGroup optimistis mampu menjaga kualitas layanan digital nasional agar tetap andal, aman, dan berkualitas, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
