UKSW Dampingi Anak Rawan Stunting Lewat Intervensi Gizi Terarah
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 24

UKSW Dampingi Anak Rawan Stunting Lewat Intervensi Gizi Terarah
JAKARTA, PAStime News – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melakukan intervensi gizi bagi anak rawan stunting di Salatiga. Selain itu, program ini menempatkan mahasiswa langsung di lapangan untuk mendampingi keluarga penerima manfaat.
Rektor UKSW, Intiyas Utami, menyebut 16 dari 20 anak berhasil keluar dari status stunting setelah intervensi rutin.
“Kami berkolaborasi untuk program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) ini dengan melakukan intervensi pemberian makanan bergizi,” ucap Intiyas usai acara Genting Collaboration Summit 2025 ‘Sinergi untuk Negeri Wujudkan Indonesia Bebas Stunting’ di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Ia kemudian menjelaskan bahwa pendataan anak dilakukan melalui dinas terkait. Selain itu, tim kampus turun setiap hari dengan dana internal untuk memastikan intervensi berjalan maksimal.
“Kampus turun dengan dana kampus sendiri, sehingga kami berkontribusi sebagai orangtua asuhnya mereka. Tahun depan saya juga sudah menyisihkan dana sebagai bagian dari pengabdian masyarakat kampus terhadap wilayah kota Salatiga,” kata Intiyas.
Ia juga menyebut dosen dan mahasiswa mengawal pola asuh, memantau kondisi psikologis keluarga, dan memberikan makanan bergizi langsung di rumah anak-anak.
Intiyas menilai tidak semua anak mau menerima makanan secara langsung, sehingga pendampingan harian menjadi sangat penting.
“Makanan itu kami siapkan dan ditunggu hingga benar-benar dimakan,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Kemendukbangga, Maria Ernawati, menegaskan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Program Genting hadir sebagai gerakan gotong royong yang mengajak masyarakat menjadi orang tua asuh,” ujar Erna.
Ia kemudian menambahkan bahwa tim pengendali Genting kini berada di seluruh provinsi. Selain itu, ia menyebut 512 kabupaten dan kota telah melaksanakan program tersebut.
Erna meyakini bahwa kolaborasi berkelanjutan mampu mempercepat penurunan risiko stunting di Indonesia.
- Penulis: Husni
