UMKM Tahu Isi Jadi Jembatan Warga Binaan, Bekal Kemandirian Kembali ke Masyarakat
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Bekal Kemandirian, UMKM Tahu Isi Jadi Jembatan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat
LANGGUR, PAStime News – Semangat kemandirian terus tumbuh melalui dapur sederhana Lapas Kelas IIB Tual, Jumat (12/12).
Selain itu, sejumlah Warga Binaan produktif mengolah tahu menjadi kudapan tahu isi renyah dan gurih.
Lebih lanjut, inisiatif UMKM ini menjadi kegiatan bermakna sekaligus bekal nyata untuk kembali ke masyarakat.
Selanjutnya, proses produksi UMKM tersebut berada di bawah pengawasan ketat Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, L. Laitera.
Dengan demikian, pengawasan memastikan kualitas produk memenuhi standar kesehatan serta kebersihan pangan.
“Setiap hari kami memproduksi puluhan tahu isi untuk kantin Lapas dan pesanan petugas.
Selain itu, antusiasme Warga Binaan sangat tinggi karena mereka merasa dihargai.
Oleh karena itu, hasil kerja keras mereka memiliki nilai ekonomi nyata,” jelas Laitera.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan bernama Sari merasakan manfaat besar dari kegiatan ini.
Sebelumnya, Sari tidak memiliki keahlian khusus sebelum menjalani pembinaan di Lapas.
Kini, ia mampu mengolah adonan tahu isi lezat sekaligus mengemas produk secara rapi.
“Saya sangat bersyukur mengikuti kegiatan ini.
Selanjutnya, setelah bebas, saya berencana membuka usaha tahu isi kecil di kampung.
Oleh sebab itu, kegiatan ini menjadi harapan baru bagi keluarga saya,” tutur Sari.
Di sisi lain, Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan program ini mencerminkan fungsi pembinaan Lapas.
Dengan kata lain, Lapas berperan membina, bukan sekadar tempat menjalani hukuman.
“Kami memastikan setiap Warga Binaan keluar membawa bekal keterampilan.
Salah satunya melalui UMKM tahu isi yang menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Akhirnya, melalui UMKM tahu isi, Lapas Tual membuktikan pembinaan humanis mampu mengubah stigma.
Oleh karena itu, kudapan renyah ini menjadi simbol bekal kemandirian bagi Warga Binaan.
Dengan demikian, mereka kembali ke masyarakat dengan keterampilan baru dan kepala tegak.
- Penulis: Husni
