Wamenlu Anis Matta Genjot Perdagangan RI–Timur Tengah, Siapkan Pertemuan 22 Dubes di Maroko 2026
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 15

PAStime News, BANJARMASIN – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan volume perdagangan internasional Indonesia dengan 22 negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam memperluas ekspansi ekonomi Indonesia di kawasan dengan potensi pasar besar tersebut.
Dalam agenda ramah tamah bersama lembaga pendidikan Islam di Banjarmasin, Selasa malam, Wamenlu Anis mengungkapkan rencana besar Kementerian Luar Negeri terkait peningkatan kerja sama ekonomi lintas negara.
“Pada Januari 2026, saya akan mengumpulkan seluruh duta besar Indonesia untuk 22 negara di Timur Tengah. Pertemuan ini rencananya digelar di Maroko,” ujar Anis.
Pertemuan tersebut akan membahas konsep detail dan strategi diplomasi ekonomi untuk mendorong peningkatan volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah.
Peta Jalan Integrasi Perdagangan dengan Dunia Islam Telah Rampung
Wamenlu memaparkan bahwa sejak Februari 2025, Kemenlu bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia (UII)dalam penyusunan roadmap integrasi perdagangan Indonesia–Dunia Islam.
“Peta jalan itu kini sudah selesai dan akan menjadi acuan strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi dengan negara-negara Islam,” jelasnya.
Selama satu tahun terakhir, Anis telah melakukan kunjungan diplomatik ke 20 negara di Timur Tengah dan sekitarnya, sekaligus menandatangani sejumlah perjanjian bilateral yang menjadi landasan hukum untuk memperluas ekspansi ekonomi Indonesia.
Didukung Direktorat Jenderal Baru untuk Memperkuat Diplomasi Ekonomi
Anis meyakini upaya ini akan semakin kuat dengan telah dibentuknya Direktorat Jenderal Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan pada tahun 2025. Direktorat jenderal ini akan fokus mengoordinasikan kerja sama ekonomi dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk pengembangan proyek strategis lintas kawasan.
Selain itu, Kemenlu juga tengah menjajaki pembentukan desk Kemenlu di seluruh provinsi di Indonesia secara bertahap. Desk ini diharapkan dapat mempermudah pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mengakses peluang diplomasi ekonomi dan perdagangan internasional.
Potensi Perdagangan Capai USD 62 Miliar per Tahun
Wamenlu mengungkapkan bahwa potensi perdagangan Indonesia dengan negara-negara Islam mencapai 62 miliar dolar AS per tahun. Besarnya aktivitas penerbangan dari Timur Tengah ke Indonesia — lebih dari 100 penerbangan per pekan — dinilai menjadi modal kuat untuk memperluas penetrasi pasar.
“Bahkan kini beberapa daerah di Indonesia sudah memiliki penerbangan internasional langsung ke Timur Tengah tanpa perlu transit di Jakarta. Ini peluang besar yang harus dimaksimalkan,” tegas Anis.
Komitmen Indonesia Memperkuat Diplomasi Ekonomi Global
Dengan penguatan institusi, perjanjian bilateral, peta jalan integrasi perdagangan, serta pertemuan strategis para duta besar di Maroko pada Januari 2026, pemerintah memastikan diplomasi ekonomi Indonesia semakin terarah, agresif, dan berorientasi hasil.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
