Warga Binaan Lapas Saumlaki Terampil Buat Kursi dan Tempat Tidur, Pelatihan Mebel Hari Keenam Berjalan Sukses
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 21

PAStime News, SAUMLAKI – Pelatihani kemandirian bidang mebel di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki memasuki hari keenam dengan fokus pada praktik pembuatan furnitur. Warga Binaan mulai mengerjakan berbagai produk, seperti kursi dan tempat tidur, setelah sebelumnya mempelajari dasar pengukuran, pemotongan, hingga penyusunan rangka.
Dalam sesi praktik ini, Warga Binaan dibimbing langsung oleh instruktur dari SMK Negeri 6 Saumlaki, yang mengarahkan peserta untuk menerapkan teknik dasar secara lebih detail, termasuk ketelitian dalam pengukuran dan kualitas finishing. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan Warga Binaan memiliki kemampuan teknis yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Saumlaki, Andrey Maspaitella, menyampaikan bahwa perkembangan peserta terlihat semakin baik setiap harinya.
“Memasuki hari keenam, kami melihat perkembangan keterampilan Warga Binaan semakin baik. Mereka mulai mampu mengerjakan kursi dan tempat tidur dengan lebih rapi dan terukur. Ini menjadi bukti bahwa pelatihan ini berjalan efektif,” ungkap Andrey.
Instruktur dari SMK Negeri 6 Saumlaki, Dandels Maskikit, juga mengapresiasi antusiasme peserta.
“Antusiasme Warga Binaan sangat tinggi. Hari ini mereka mulai mengerjakan kursi dan tempat tidur sebagai produk latihan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi modal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Lapas Saumlaki, Ilham, memberikan apresiasi terhadap keseriusan Warga Binaan mengikuti setiap tahapan pelatihan.
“Kami sangat bangga melihat Warga Binaan yang terus menunjukkan progres dan kedisiplinan. Pelatihan mebel ini bukan hanya memberi keterampilan, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu berkarya dan menghasilkan produk yang bermanfaat,” tegasnya.
Dari tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, juga memberikan dukungan terhadap program tersebut.
“Kami mendukung setiap UPT Pemasyarakatan untuk menghadirkan pelatihan yang relevan dan berdampak. Pelatihan mebel ini adalah langkah positif dalam membekali Warga Binaan dengan keahlian bernilai ekonomi,” katanya.
Dengan meningkatnya keterampilan dan antusiasme peserta, pelatihan mebel di Lapas Saumlaki diharapkan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus memperkuat kesiapan Warga Binaan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
