Warga Binaan Rutan Pelaihari Lantunkan Maulid Habsyi, Hadirkan Kunjungan Religius dan Humanis
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Warga Binaan Rutan Pelaihari Lantunkan Maulid Habsyi, Hadirkan Kunjungan Religius dan Humanis
PELAIHARI,PAStime News – Penampilan Maulid Habsyi oleh Warga Binaan Rutan Kelas IIB Pelaihari menjadi bagian pembinaan kepribadian berkelanjutan yang menghadirkan suasana kunjungan tertib, nyaman, religius, sekaligus memperkuat nilai spiritual, kedisiplinan, dan ketenangan batin.
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Pelaihari menampilkan lantunan Maulid Habsyi saat waktu kunjungan, Selasa (27/1).
Kegiatan ini menjadi bagian pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara rutin.
Selain itu, pembinaan ini bertujuan menciptakan suasana kunjungan tertib dan nyaman.
Dengan demikian, nuansa religius turut menguat selama waktu kunjungan berlangsung.
Selanjutnya, penampilan berlangsung di depan Ruang Kunjungan sejak pukul 09.30 WITA.
Kegiatan berlanjut hingga seluruh sesi kunjungan selesai.
Sebanyak 10 Warga Binaan mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka berasal dari Blok B dan Blok C.
Kemudian, peserta tampil bergantian sesuai jadwal pembinaan.
Petugas menyusun jadwal secara teratur dan terarah.
Pengawas kegiatan, Abdul Latief, menjelaskan tujuan pembinaan secara konsisten.
“Pembinaan Maulid Habsyi kami laksanakan rutin setiap waktu kunjungan,”jelas Abdul Latief.
“Selain RAWANA Band, kegiatan ini melatih disiplin dan tanggung jawab,”
tambahnya.
Lebih lanjut, kegiatan memberi dampak positif secara psikologis dan spiritual.
Warga Binaan merasakan ketenangan selama menjalani masa pidana.
Salah satu anggota grup Habsyi, Ahmad, menyampaikan pengalamannya.
“Maulid Habsyi sangat berarti bagi saya,”tutur Ahmad.
“Kegiatan ini membuat saya lebih sabar dan tenang,”
lanjutnya.
Akhirnya, Rutan Pelaihari terus menguatkan pembinaan keagamaan berkelanjutan.
Oleh karena itu, iklim kunjungan menjadi lebih humanis dan kondusif.
Sekaligus, pembinaan mendorong perubahan perilaku melalui nilai spiritual dan kedisiplinan.
- Penulis: Husni
