Lapas Karang Intan Latih Warga Binaan Membuat Tempe Sebagai Modal Usaha Mandiri
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 22

Lapas Karang Intan sukses menggelar pelatihan tempe untuk Warga Binaan, mendukung kemandirian dan kebutuhan pangan berkelanjutan. (Dok: Humas Lapas Karang Intan)
PAStime News, Karang Intan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar pelatihan pembuatan tempe bagi Warga Binaan pada Minggu (9/11). Kegiatan ini dianggap sebagai bentuk nyata pembinaan kemandirian. Ini tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan berkelanjutan di lingkungan Lapas.
Pelatihan di selenggarakan di area Wahana Asimilasi dan Edukasi 1 bekerja sama dengan Yayasan Ruang Pengembangan Mandiri (RPM). Dua instruktur RPM di tugaskan memberikan pelatihan teori sekaligus praktik. Pelatihan ini meliputi pemilihan bahan baku, perendaman kedelai, fermentasi, hingga pengemasan produk siap konsumsi.
Selama kegiatan, pengawasan di lakukan oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Pengelolaan Hasil Kerja, Ferry Maydani, bersama staf Rija Aswadi Bahri. Ini di lakukan untuk memastikan jalannya kegiatan tertib, aman, dan higienis. Antusiasme Warga Binaan terlihat jelas. Partisipasi aktif dalam setiap tahap dan diskusi bersama instruktur sangat baik.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya konkret menyiapkan Warga Binaan memiliki keterampilan produktif dan bernilai ekonomi. Ia menambahkan, tempe adalah produk bergizi yang mudah di pasarkan. Dengan demikian, keterampilan ini di harapkan menjadi modal usaha mandiri setelah mereka kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Harsun dari Yayasan RPM mengapresiasi semangat peserta. Ia menekankan bahwa pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan cara membuat tempe, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab. Keterampilan yang didapat di harapkan menjadi bekal hidup produktif setelah bebas.
Salah satu peserta, AR, menyatakan kegembiraannya mengikuti pelatihan. Ia mengungkapkan bahwa membuat tempe ternyata tidak sesulit yang di bayangkan dan memberinya harapan baru untuk berusaha di masa depan.
Kegiatan di jalankan dengan tertib dan di dokumentasikan sebagai bagian dari laporan pembinaan kemandirian di Lapas. Dengan pelatihan ini, Lapas Narkotika Karang Intan memperkuat komitmen mendukung program Pemasyarakatan humanis, produktif, dan berorientasi pada kemandirian. Ini selaras dengan visi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Penulis: mamang
