Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan Aplikasi Kabarin sebagai sarana komunikasi digital yang memudahkan keluarga mengetahui perkembangan serta aktivitas anak binaan selama menjalani masa pembinaan di LPKA.
Kepala LPKA Kelas I Medan, Fauzi Harahap, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya lembaga untuk memperkuat hubungan emosional antara anak binaan dan keluarganya.
“Kami ingin menghadirkan sistem pembinaan yang humanis dan berbasis teknologi. Aplikasi Kabarin ini menjadi jembatan komunikasi antara anak dan keluarga, agar mereka tetap saling terhubung meski terpisah jarak dan waktu,” ujar Fauzi.
Dalam sosialisasi tersebut, petugas LPKA Medan memberikan penjelasan teknis mengenai cara pendaftaran akun, akses fitur informasi kegiatan anak, serta panduan penggunaan layanan pesan dan panggilan video.
Petugas pembinaan, Purnama Laoli, menegaskan bahwa Aplikasi Kabarin juga dirancang untuk meningkatkan transparansi dalam proses pembinaan.
“Keluarga bisa langsung melihat kegiatan harian anak, seperti pendidikan, keagamaan, maupun pelatihan keterampilan. Dengan begitu, kepercayaan keluarga terhadap lembaga semakin tumbuh, dan hubungan antara anak serta orang tua tetap terjaga,” jelas Purnama.
Respons positif datang dari para keluarga anak binaan. Nuraini, salah satu orang tua, mengaku sangat bersyukur atas hadirnya aplikasi ini.
“Selama ini kami sering khawatir karena tidak selalu bisa datang berkunjung. Dengan aplikasi Kabarin, kami bisa tahu kabar anak kami setiap saat. Rasanya lebih tenang dan dekat dengan dia,” ungkapnya dengan haru.
Melalui penerapan Aplikasi Kabarin, LPKA Kelas I Medan membuktikan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang modern, transparan, dan berorientasi pada nilai kekeluargaan. Inovasi digital ini diharapkan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan anak di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan psikologis anak binaan.

