BMKG dan ProKlim DKI Jakarta Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Komunitas Lewat Workshop dan Sarasehan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 167

BMKG dan ProKlim DKI Jakarta Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Komunitas Lewat Workshop dan Sarasehan
Jakarta, PAStime News – BMKG bersama ProKlim DKI Jakarta menyelenggarakan Workshop dan Sarasehan ProKlim bertema pengelolaan sampah ramah lingkungan serta ketahanan pangan. Kegiatan berlangsung di Auditorium BMKG, Kamis (4/12/2025), dan membuka ruang kolaboratif antar komunitas dan pemangku kepentingan untuk memperkuat aksi adaptasi serta mitigasi iklim.
Edukasi Iklim Perkotaan
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menekankan pentingnya edukasi iklim yang mudah dipahami masyarakat kota. Selain itu, ia menyebut meningkatnya panas, kelembapan, dan polusi udara Jakarta sebagai tanda serius perubahan iklim.
“Warga sering merasakan cuaca panas, gerah, dan udara lembap. Itu sinyal bumi,” ujar Marjuki.
Ia menegaskan perubahan iklim berkaitan erat dengan emisi Gas Rumah Kaca. Karena itu, mitigasi dan adaptasi harus berjalan bersamaan agar dampaknya tidak terus meningkat.
Selanjutnya, BMKG mendukung penuh ProKlim melalui data teknis. Jadi, komunitas bisa memanfaatkan indeks kenyamanan kota, informasi kualitas udara, dan pemantauan bersama DLH untuk dasar perencanaan aksi.

BMKG dan ProKlim DKI Jakarta Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Komunitas Lewat Workshop dan Sarasehan
Apresiasi dari Pemangku Kepentingan
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, memberikan apresiasi kepada para penggiat lingkungan yang menjaga keberlanjutan kota. Dukungan juga datang dari Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Sarjoko, dan Ketua Forum Sahabat ProKlim, Joko Sarjono, yang menegaskan pentingnya sinergi bersama.
“Kami berharap kolaborasi menjaga kualitas iklim Jakarta terus menguat,” ujar Joko.
Subjudul Tambahan — Kolaborasi ProKlim untuk Ketahanan Iklim Jakarta
Melalui sarasehan ini, para peserta membahas isu strategis yang kini semakin mendesak di Jakarta. Karena perubahan iklim memengaruhi kualitas udara, ketersediaan energi, hingga keamanan pangan, maka aksi komunitas harus terarah dan terukur. Oleh sebab itu, data iklim dari BMKG menjadi fondasi perencanaan program berbasis lingkungan. Selain itu, kerja sama antarinstansi turut mempercepat implementasi ProKlim. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan adaptasi. Bahkan, dampak jangka panjangnya akan memperkuat ketahanan lingkungan kota. Akhirnya, kolaborasi ini menghadirkan solusi yang relevan menghadapi tantangan iklim global.
- Penulis: Husni
