Pelaksanaan dimulai dengan proses registrasi dan pemeriksaan awal oleh petugas medis UTD. Setelah melalui skrining kesehatan, tujuh pegawai dinyatakan layak mendonorkan darah, termasuk Kalapas Waingapu, Gidion I. S. A. Pally. Kehadiran langsung Kalapas memberikan motivasi tambahan bagi pegawai lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Kalapas Waingapu menyampaikan bahwa donor darah merupakan wujud nyata solidaritas serta bagian dari semangat pengabdian institusi pemasyarakatan kepada masyarakat.
“Semoga setetes darah yang diberikan hari ini dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Ini adalah langkah kecil namun penuh makna bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan tema Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan 2025, yaitu “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa.” Tema tersebut menjadi penggerak seluruh jajaran untuk terus memberikan kontribusi positif melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan donor darah ini, Lapas Waingapu kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada tugas pemasyarakatan, tetapi juga aktif berperan dalam kegiatan sosial yang mendukung kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin serta menginspirasi berbagai pihak untuk bergerak bersama dalam semangat kemanusiaan.

