Pasar Negara Berkembang Menguat Awal 2026, Optimisme AI Asia Dorong Saham ke Level Tertinggi Lima Tahun
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 18

Pasar Negara Berkembang Menguat Awal 2026, Optimisme AI Asia Dorong Saham ke Level Tertinggi Lima Tahun (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Saham pasar negara berkembang membuka tahun 2026 dengan kinerja solid.
Selain itu, indeks menyentuh level tertinggi hampir lima tahun.
Penguatan pasar negara berkembang pada awal 2026 menegaskan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap peran Asia dalam ekosistem kecerdasan buatan.
Penguatan ini muncul seiring meningkatnya optimisme peran Asia dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Karena itu, saham teknologi kawasan menjadi pendorong utama.
Pergerakan Indeks Global
Indeks MSCI negara berkembang naik 1,7 persen pada sesi perdagangan pertama.
Selanjutnya, indeks mencatat kenaikan harian terbaik sejak Oktober.
Selain itu, indeks ditutup pada posisi tertinggi sejak Februari 2021.
Sementara itu, indeks mata uang negara berkembang bergerak mendatar.
Sentimen AI Mendominasi Pasar
Reli pasar menegaskan tingginya minat investor terhadap aset berbasis AI.
Dengan demikian, tema teknologi tetap mendominasi pasar global.
Indeks saham teknologi melonjak 2,8 persen.
Kenaikan tersebut didorong antusiasme IPO dan prospek sektor jangka panjang.
Pandangan Analis Pasar
Investor terlalu terkonsentrasi pada pertumbuhan Amerika Serikat dan AI.
Oleh karena itu, mereka mencari valuasi lebih murah di pasar negara berkembang.
Pernyataan tersebut disampaikan Todd Sohn dari Strategas Securities.
Ia menilai pasar berkembang menawarkan peluang siklus baru.
Aksi Korporasi dan Regional
Saham Biren Technology melonjak saat debut di Hong Kong.
Sementara itu, Baidu menguat usai pengajuan IPO rahasia unit cip AI.
Di sisi lain, saham Amerika Latin turut bergerak positif.
Namun demikian, subindeks kawasan hanya naik sekitar 0,5 persen.
Pergerakan Mata Uang
Indeks mata uang MSCI menunjukkan pergerakan terbatas.
Pasar menunggu arah kebijakan pelonggaran Federal Reserve.
Real Brasil menguat hampir 0,9 persen dan memimpin kenaikan.
Selain itu, peso Meksiko dan rand Afrika Selatan naik sekitar 0,6 persen.
Sebaliknya, peso Argentina melemah lebih dari satu persen.
Pelemahan terjadi setelah penerapan rezim nilai tukar baru.
Dampak Kebijakan dan Pasar Kredit
Kebijakan baru Argentina memperluas rentang perdagangan peso.
Akibatnya, risiko depresiasi meningkat dalam jangka pendek.
Di pasar kredit, swap jangka pendek Kolombia naik.
Pemerintah mempertimbangkan kebijakan pengendalian inflasi.
Sementara itu, obligasi dolar Senegal memimpin penguatan.
Menteri keuangan mengindikasikan kemajuan fasilitas kredit IMF.
- Penulis: Husni
