Lapas Cipinang Perkuat Pembinaan Kemandirian melalui Pelatihan Bakery dan 5PM Café Corner
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 34

Foto : Humas Lapas Kelas I Cipinang
PAStime News, JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus perkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pelatihan keterampilan bakery yang terintegrasi dengan unit pemasaran 5PM Café Corner. Hingga Senin (19/1), program ini berjalan aktif dan berkelanjutan, menghasilkan berbagai produk roti dan pastry yang dipasarkan langsung kepada konsumen sebagai wujud kerja nyata pembinaan berbasis hasil.
Penguatan pelatihan bakery tersebut didukung kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya PT Cakrawala Langit Persada yang pada Kamis (15/1) lalu telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama pelatihan bagi Warga Binaan. Kolaborasi ini menjadi fondasi penguatan pembinaan agar pelatihan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga mencakup manajemen usaha, penerapan standar kerja, serta strategi pemasaran produk.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan pembinaan kemandirian harus diarahkan pada hasil yang terukur dan berdampak nyata. “Kami ingin pembinaan kemandirian ini tidak berhenti pada proses belajar. Warga Binaan harus merasakan bagaimana bekerja dengan standar, target, dan tanggung jawab layaknya dunia usaha. Produk bakery yang dipasarkan melalui 5PM Café Corner menjadi bukti pembinaan berjalan secara nyata, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Irdiansyah Rana, menjelaskan pelatihan bakery dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan berorientasi kualitas. “Pelatihan kami rancang secara komprehensif, mulai dari pengenalan bahan dan peralatan, teknik pengolahan, pemanggangan, hingga pengemasan dan penyajian produk. Setelah kerja sama dengan PT Cakrawala Langit Persada, pembinaan kami perkuat dengan standar kebersihan, keamanan pangan, dan manajemen produksi agar Warga Binaan terbiasa bekerja secara profesional,” jelasnya.
Keterhubungan langsung antara unit produksi bakery dan 5PM Café Corner menjadi nilai tambah pembinaan. Warga Binaan tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami alur kerja secara utuh dari hulu ke hilir, termasuk menjaga kualitas, memenuhi ekspektasi konsumen, dan memahami dinamika pasar.
Salah satu Warga Binaan peserta pelatihan bakery, WHY, mengaku program tersebut memberinya kepercayaan diri dan harapan baru. “Awalnya saya tidak punya dasar di bidang bakery. Di sini saya dilatih dari nol, belajar disiplin dan kerja rapi. Yang membuat saya bangga, produk yang kami buat benar-benar dijual dan dinikmati orang. Ini jadi bekal nyata untuk hidup lebih baik setelah bebas,” ungkapnya.
Melalui penguatan pelatihan bakery yang terhubung langsung dengan pemasaran di 5PM Café Corner, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berorientasi pasar. Upaya ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada aspek pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai langkah strategis menyiapkan Warga Binaan agar mampu mandiri secara ekonomi dan berdaya saing setelah kembali ke masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
