Lapas Kelas IIB Piru Lanjutkan Pengobatan TBC Tujuh Warga Binaan, Perkuat Layanan Kesehatan Berkelanjutan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Lapas Kelas IIB Piru Lanjutkan Pengobatan TBC Tujuh Warga Binaan, Perkuat Layanan Kesehatan Berkelanjutan dok:(Istimewa)
PIRU,PAStime News – Memasuki fase lanjutan pengobatan TBC selama empat bulan, Lapas Kelas IIB Piru menegaskan komitmen menjaga kesehatan Warga Binaan melalui pengawasan minum obat ketat, pelayanan medis konsisten, serta lingkungan pemasyarakatan yang aman dan sehat.
Pertama, tujuh Warga Binaan Lapas Kelas IIB Piru menyelesaikan pengobatan TBC fase intensif dua bulan.
Selanjutnya, mereka memasuki fase lanjutan pengobatan selama empat bulan.
Kemudian, program lanjutan ini mulai di laksanakan sebagai komitmen layanan kesehatan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Lapas Piru memastikan keselamatan dan kesehatan Warga Binaan tetap terjaga.
Selanjutnya, perawat Klinik Lapas Piru, Ns. Suryani, melaksanakan Pengawas Minum Obat secara langsung.
Dengan demikian, pengawasan memastikan kepatuhan terapi dan mencegah putus obat.
Selain itu, PMO di lakukan setiap hari di klinik Lapas Piru.
Kemudian, pasien mengambil dan meminum obat langsung di bawah pengawasan petugas kesehatan.
Selanjutnya, Ns. Suryani menegaskan pentingnya fase lanjutan dalam proses kesembuhan total.
“Mendukung kesembuhan, kami menerapkan pengawasan langsung minum obat harian di klinik,” terang Ns. Suryani.
“Pada fase ini, pengobatan membunuh sisa kuman dan mencegah kekambuhan.”
Selain itu, ia menekankan pentingnya kepatuhan terapi bagi pasien TBC.
“Pasien harus minum obat tuntas, makan bergizi, cukup istirahat, dan kontrol rutin,” tambahnya.
“Langkah ini mencegah resistensi obat meskipun pasien merasa sehat.”
Sementara itu, Kepala Subseksi Perawatan, Williams Lelepary, menegaskan penguatan layanan kesehatan Lapas.
Dengan demikian, setiap Warga Binaan memperoleh pelayanan medis optimal.
“Kami memastikan pengobatan TBC berjalan efektif melalui pengawasan dan pendampingan konsisten,” ungkap Williams.
Selanjutnya, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmen menciptakan lingkungan sehat.
“Kami menghadirkan upaya preventif dan kuratif agar Warga Binaan sehat selama pembinaan,” tegas Hery.
Akhirnya, fase lanjutan ini di harapkan menyembuhkan Warga Binaan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, mereka dapat menjalani pembinaan dengan kondisi sehat dan produktif.
- Penulis: Husni
