Produksi Roti Lapas Piru Tembus Pasar, Wujud Nyata Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 23

Produksi Roti Lapas Piru Tembus Pasar, Wujud Nyata Pembinaan Kemandirian Warga Binaan (Dok. Istimewa)
PIRU, Pastime News – Sejak pagi, bau aroma roti yang hangat kembali tercium dari dapur sederhana Lapas Piru, Kamis (22/1).
Sementara itu, para Warga Binaan tampak bersemangat dalam menyiapkan adonan, memasukkan ke loyang, dan mengawasi oven yang terus berjalan.
Pada hari itu, mereka menargetkan produksi sebanyak 80 roti berbagai rasa sebagai bukti nyata dari pembinaan berkelanjutan.
Melalui unit usaha bakeri yang produktif dan berkelanjutan, Lapas Piru membuktikan pembinaan kemandirian mampu menumbuhkan keterampilan, kepercayaan diri, serta peluang ekonomi bagi Warga Binaan dan masyarakat sekitar
Aktivitas ini bukan hanya rutinitas belaka, tetapi juga menanamkan harapan baru bagi setiap Warga Binaan.
Selain itu, mereka belajar untuk berubah dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.
Di bawah pengawasan petugas, unit usaha bakeri Lapas Piru terus berkembang pesat.
Saat ini, produk roti tidak hanya dikonsumsi secara internal, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat sekitar.
Dengan demikian, pembinaan kemandirian menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mendapat kepercayaan publik.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan fokus produksi kali ini pada roti cokelat dan sosis.
Ode Mustafa menjelaskan, roti cokelat dan sosis diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Koperasi Inkopasindo serta pesanan dari masyarakat.
Menurutnya, pencapaian ini membuktikan kualitas dan daya saing dari hasil karya para Warga Binaan.
Selanjutnya, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan kegiatan tersebut mencerminkan komitmen terhadap pemberdayaan yang berkelanjutan.
Hery Kusbandono menegaskan, Lapas Piru konsisten mendorong program kemandirian Produktif bagi Warga Binaan.
Ia menambahkan, program ini mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, pemasaran produk melalui koperasi dan UMKM turut berkontribusi pada perekonomian masyarakat sekitar.
Di balik proses produksi, Lapas Piru terus melakukan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan secara konsisten.
Oleh karena itu, Warga Binaan tidak hanya bekerja, tetapi juga memahami tanggung jawab serta pentingnya kerja sama.
Bagi para Warga Binaan, setiap roti yang dihasilkan membantu menumbuhkan rasa percaya diri.
Akhirnya, Lapas Piru terus membuktikan bahwa pembinaan bukan sekadar pengawasan, melainkan jalur menuju masa depan yang lebih baik.
- Penulis: Husni
