Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa menjelaskan bahwa program barbershop ini menjadi sarana pembinaan nyata yang mampu meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan tanggung jawab serta kepercayaan diri para warga binaan.
“Kegiatan barbershop ini telah berjalan dengan baik. Warga Binaan yang terlibat sudah mampu memberikan layanan cukur kepada pegawai maupun sesama Warga Binaan dengan hasil yang rapi dan profesional,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono memberikan apresiasi atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan program tersebut. Ia menyebutkan bahwa ke depan, pihaknya menargetkan layanan barbershop dapat menjangkau masyarakat umum.
“Untuk sementara barbershop kita masih berada di dalam untuk pegawai dan warga binaan. Ke depannya kami berencana menambah barbershop di halaman depan agar bisa mencakup masyarakat luar,” ujarnya.
Salah satu warga binaan yang aktif dalam kegiatan ini, Juan Heavenly Somae, juga menyampaikan rasa bangganya dapat mengikuti program tersebut.
“Kami merasa senang diberi kepercayaan dan kesempatan bekerja di barbershop. Selain menambah keterampilan, kami juga belajar disiplin dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Melalui pengembangan program kemandirian seperti Barbershop Lapas Piru, pihak lapas berharap dapat mencetak Warga Binaan yang siap berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Piru terus berjalan efektif, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan.

