Korban Longsor Cisarua Bertambah Jadi Enam Orang, Tim SAR Berpacu dengan Cuaca Ekstrem Cari Warga Hilang
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Korban Longsor Cisarua Bertambah Jadi Enam Orang, Tim SAR Berpacu dengan Cuaca Ekstrem Cari Warga Hilang dok:(Istimewa)
JAKARTA,PAStime News – Longsor di sertakan banjir di desa Pasirlangu,Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memicu operasi SAR terpadu yang melibatkan lintas instansi di tengah cuaca buruk dan tanah labil.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan seluruh unsur pencarian dan pertolongan.
Langkah ini di lakukan untuk menangani longsor di Kabupaten Bandung Barat.
Saat ini, fokus utama tertuju pada evakuasi dan pencarian korban tertimbun.
Petugas terus menyisir lokasi terdampak secara intensif.
Bencana longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Lokasi terdampak meliputi Kampung Babakan dan Kampung Pasir Kuda.
Selain itu, longsor disertai banjir terjadi pada Sabtu dini hari.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB.
Hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan sebelum kejadian.
Curah hujan tinggi memicu longsoran material tanah.
Selanjutnya, Kantor SAR Bandung langsung menerjunkan personel.
Tim SAR memulai operasi pencarian korban hilang.
Berdasarkan data sementara, enam orang di laporkan meninggal dunia.
Selain itu, sekitar 30 rumah tertimbun material longsor.
Sementara itu, puluhan warga terdampak masih dalam pendataan.
Petugas terus memperbarui data korban di lapangan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan kondisi terkini.
Ia menyebut pemerintah provinsi berada langsung di lokasi bencana.
“Sekarang kami sedang koordinasi dengan teman-teman lintas sektor,”
kata Herman Suryatman.
“Yang jelas, kami fokus pada evakuasi korban,”
lanjutnya.
Selain itu, Herman menegaskan keterlibatan lintas instansi.
BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri bekerja secara terpadu.
Menurutnya, kolaborasi ini mempercepat proses evakuasi.
Petugas tetap bekerja meski medan berat dan cuaca ekstrem.
“Kami lagi cek dan ricek data di lapangan,”
ujar Herman.
“Bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri, kami fokus evakuasi,”
tambahnya.
“Sekitar 10 orang di perkirakan tertimbun dan masih dicari,”
tegas Herman.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung.
Petugas menghadapi cuaca ekstrem dan kondisi tanah labil.
Sementara itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat waspada.
Warga di minta menjauhi lokasi bencana.
Selain itu, warga di harapkan mengikuti arahan petugas.
Imbauan ini di sampaikan demi keselamatan bersama.
- Penulis: Husni
