Lapas Saparua Rawat Mesin Barbershop UMKM Demi Mutu Pelatihan Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 19

Lapas Saparua Rawat Mesin Barbershop UMKM Demi Mutu Pelatihan Kemandirian Warga Binaan (Dok. Istimewa)
SAPARUA, Pastime News – Lapas Kelas III Saparua melakukan perawatan rutin terhadap mesin potong rambut di unit UMKM Barbershop, Jumat (30/1).
Selain itu, kegiatan ini memastikan pelatihan kemandirian warga binaan tetap berkualitas dan terus berlangsung secara berkelanjutan.
Perawatan rutin mesin potong rambut pada unit UMKM Barbershop Lapas Saparua menegaskan komitmen pembinaan kemandirian, profesionalisme kerja, dan kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan
Selanjutnya, petugas melakukan perawatan dengan cara yang teratur, terorganisir, dan dipantau langsung oleh petugas pengamanan.
Dengan demikian, seluruh proses berjalan aman, terkontrol, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku di lapas.
Perawatan tersebut melibatkan tiga unit mesin pemotong rambut.
Rincianya, dua unit clipper serta satu unit alat cukur utama.
Sementara itu, warga binaan tampak sedang melakukan perawatan dengan sangat teliti.
Sebab, peralatan tersebut menjadi alat utama untuk layanan memotong rambut internal maupun eksternal.
Selanjutnya, proses perawatan dimulai dengan membongkar mesin secara teratur dan terencana.
Setelah itu, petugas membersihkan sisanya rambut di mata pisau dan bagian dalam mesin.
Berikutnya, mereka mengecek kondisi komponen secara menyeluruh.
Selanjutnya, mereka memberi pelumas pada bagian tertentu agar mesin tetap berjalan dengan baik.
Di sisi lain, kegiatan tersebut diadakan di area barbershop di Lapas Saparua.
Pada saat yang sama, petugas penjaga melakukan pengawasan langsung.
Oleh karena itu, pengawasan memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan aman, teratur, dan nyaman.
Selain itu, lapas tetap mempertahankan stabilitas lingkungan pembinaan.
Kepala Lapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, menekankan pentingnya menjaga kondisi alat kerja dengan baik.
Menurutnya, langkah ini membantu menjaga ekosistem UMKM warga binaan tetap dalam kondisi yang baik dan berkelanjutan.
Perawatan mesin potong rambut mengajarkan cara mengelola bisnis secara profesional.
Peralatan yang dirawat dengan baik mendukung kualitas layanan yang lebih baik dan menunjukkan komitmen serius terhadap pelatihan yang diikuti.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian melibatkan pengembangan keterampilan, disiplin, serta rasa tanggung jawab dalam bekerja.
Dengan demikian, warga binaan mulai mengerti arti profesionalisme sejak awal.
Selain itu, usaha kecil barbershop memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Pelayanan pemotongan rambut berjalan dengan baik, bersih, dan tetap konsisten.
Akhirnya, Lapas Saparua berharap para warga binaan siap mengelola usaha secara mandiri.
Pembinaan yang berkelanjutan memberikan bekal yang positif saat seseorang kembali mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat.
- Penulis: Husni
