Rutan Perempuan Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 24

Rutan Perempuan Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran (Dok. Istimewa)
Melalui kolaborasi strategis bersama Posko Pemadam Kebakaran Unit Porong, Rutan Perempuan Surabaya memperkuat mitigasi risiko kebakaran. Tujuannya, untuk menjamin keselamatan kerja berkelanjutan.
SIDOARJO, PAStime News – Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya melakukan kerja sama dengan Posko Damkar Unit Porong. Mereka mengadakan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran pada Jumat (6/2).
Selanjutnya, kegiatan tersebut melibatkan seluruh pegawai dan calon pegawai negeri sipil. Tak hanya itu, peserta magang juga ikut serta demi meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.
Sementara itu, Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Yuyun Nurliana, menegaskan bahwa pelatihan sangat penting sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko di lingkungan kerja.
Program pelatihan kesiapsiagaan kebakaran ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dan pencegahan yang sangat penting, serta berkontribusi dalam mendukung pembangunan Zona Integritas,” ujar Yuyun.
Selanjutnya, materi pelatihan di sampaikan oleh Adek Ardiannata dari Posko Pemadam Kebakaran Unit Porong secara menyeluruh dan dapat di terapkan dalam praktik.
Selain membahas teori dasar tentang kebakaran, Adek juga memandu simulasi langsung. Simulasi di lakukan dalam mengatasi kebakaran di area lapangan.
Selanjutnya, peserta mempelajari cara menggunakan alat pelindung diri dan teknik memadamkan api secara awal. Mereka juga belajar cara menangani kebocoran gas LPG dengan aman.
Selain itu, peserta juga melatih penggunaan berbagai jenis alat pemadam api ringan (APAR) dan fire block sebagai upaya untuk memadamkan api secara dini.
Adek Ardiannata menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan komitmen yang di miliki oleh semua peserta.
Para peserta sangat aktif dan sungguh-sungguh dalam mengikuti praktik, hal ini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Dengan demikian, peningkatan kemampuan pegawai di harapkan dapat memastikan keamanan, ketertiban, serta menciptakan rasa aman yang berkelanjutan bagi masyarakat.


- Penulis: Husni
