BMKG Tetapkan Siaga Hujan Lebat Sepekan, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 151

BMKG Tetapkan Siaga Hujan Lebat Sepekan, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada dok:(Istimewa)
JAKARTA,PAStime News –
Dinamika atmosfer global hingga regional meningkatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem di Indonesia periode 16–22 Januari 2026.
BMKG menetapkan peringatan siaga hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan ke depan.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem diperkirakan meningkat secara signifikan.
Secara umum, dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih memengaruhi kondisi cuaca nasional.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Pada skala global, ENSO terpantau menguat pada fase negatif.
Dengan demikian, kondisi tersebut mengindikasikan La Nina lemah.
Akibatnya, pasokan uap air meningkat dan mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, suhu muka laut Indonesia relatif hangat.
Selanjutnya, kondisi laut hangat turut memperkaya kandungan uap air atmosfer.
Oleh sebab itu, potensi hujan meningkat di banyak wilayah.
BMKG juga memantau aktivitas Madden-Julian Oscillation yang masih aktif.
Secara spasial, MJO melintasi wilayah timur Indonesia.
Wilayah terdampak meliputi Maluku, Maluku Utara, hingga pesisir utara Papua.
Dengan demikian, pertumbuhan awan hujan meningkat.
Selain MJO, gelombang ekuator juga terpantau aktif.
Oleh karena itu, proses konvektif semakin menguat.
Kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator turut berkontribusi signifikan.
Akibatnya, hujan berpotensi meningkat di Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
BMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina.
Siklon tersebut berada di utara Maluku Utara.
Selain itu, siklon bergerak ke barat laut dan diperkirakan menguat.
Kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot.
Selanjutnya, tekanan udara tercatat sekitar 1000 hPa.
Kondisi ini memengaruhi pola angin di Indonesia timur.
BMKG juga memantau Bibit Siklon 96S yang bergerak persisten.
Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot.
Dengan demikian, daerah konvergensi angin semakin meluas.
Wilayah terdampak mencakup Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.
BMKG menjelaskan bahwa sistem atmosfer tersebut memperkuat pertumbuhan awan hujan.
Oleh karena itu, potensi hujan lebat meningkat di sepanjang jalur konvergensi.
BMKG juga memprakirakan potensi seruakan dingin dari Benua Asia.
Fenomena ini ditandai peningkatan tekanan udara dan angin kuat.
Selain itu, monsun Asia diperkirakan melintasi ekuator lebih cepat.
Akibatnya, cuaca ekstrem berpotensi meningkat di selatan Indonesia.
Hal ini berdampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem, khususnya di Sumatra bagian selatan dan Pulau Jawa.
— BMKG
Prospek Cuaca 16–18 Januari 2026
Pada periode ini, cuaca didominasi hujan ringan hingga lebat.
Namun demikian, hujan sedang hingga sangat lebat perlu diwaspadai.
Status Siaga Hujan Lebat–Sangat Lebat:
Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Maluku.
Potensi Angin Kencang:
Bangka Belitung, Lampung, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua.
Prospek Cuaca 19–22 Januari 2026
Pada periode berikutnya, hujan ringan hingga lebat masih mendominasi.
Selain itu, peningkatan hujan sedang tetap berpotensi terjadi.
Status Siaga Hujan Lebat–Sangat Lebat:
Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan.
Potensi Angin Kencang:
Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua.
- Penulis: Husni
