SAE Lapas Kelas IIB Tanjung Panen 150 Ikat Seledri, Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 18

SAE Lapas Kelas IIB Tanjung Panen 150 Ikat Seledri, Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
TANJUNG,PAStime News – Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIB Tanjung kembali menunjukkan hasil nyata pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Oleh karena itu, sebanyak 150 ikat seledri berhasil di panen pada Sabtu, 7 Februari.
Selain itu, panen ini menjadi bagian optimalisasi lahan SAE yang di kelola secara kolaboratif.
Selanjutnya, kegiatan panen melibatkan pejabat struktural, staf kegiatan kerja, peserta magang, serta Warga Binaan.
Dengan demikian, seluruh pihak terlibat sejak proses penanaman hingga perawatan seledri secara berkelanjutan.
Selain itu, kolaborasi tersebut mencerminkan sinergi produktif antara petugas dan Warga Binaan.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan panen mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Oleh sebab itu, pembinaan kemandirian, ketahanan pangan, serta pemberdayaan Warga Binaan terus di perkuat.
Selain itu, keterampilan pertanian aplikatif menjadi fokus utama kegiatan SAE.
Selanjutnya, Kepala Lapas Tanjung menyampaikan panen merupakan hasil pembinaan yang di jalankan secara konsisten.
Dengan demikian, nilai di siplin, kerja sama, dan tanggung jawab terus ditanamkan kepada Warga Binaan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi implementasi nyata dukungan terhadap Program Aksi Kemenimipas.
Lebih lanjut, SAE di posisikan sebagai sarana strategis pembekalan keterampilan kerja bagi Warga Binaan.
Oleh karena itu, keterampilan pertanian di harapkan bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
Selain itu, pengalaman kerja ini di arahkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan panen seledri.
Dengan demikian, keterlibatan sejak awal hingga panen memberikan kepuasan atas hasil kerja nyata.
Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan sikap kerja sama, kesabaran, dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, pengelolaan SAE secara berkelanjutan terus mendorong pembinaan kemandirian di Lapas Tanjung.
Oleh karena itu, pembinaan tidak berhenti di dalam Lapas, tetapi membentuk sikap kerja masa depan.
Selain itu, keterampilan yang di peroleh diharapkan bermanfaat bagi Warga Binaan setelah bebas.
- Penulis: Husni
