Lapas Banjarmasin Bekali Warga Binaan Lewat Pendidikan Kesetaraan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Sumber: Lapas Banjarmasin (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PAStime News — Oleh karena itu, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin terus mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi seluruh warga binaan.
Selanjutnya, pihak lembaga merangkul Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Azzahra guna menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan komprehensif.
Bahkan, agenda pembelajaran Paket A, B, dan C tersebut terlaksana penuh antusiasme di ruang kunjungan.
Pertama-tama, peserta Paket A mendalami tata bahasa Indonesia bersama tutor Lisa Andiryani demi meningkatkan efektivitas komunikasi.
Sementara itu, tutor Rahmi Utari membimbing kelas Paket B melalui pemahaman dasar kewirausahaan sektor usaha kecil.
Di samping itu, peserta Paket C mengasah logika matematika Aljabar yang dipandu langsung oleh tutor Nor Ifansyah.
Di sisi lain, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan keutamaan edukasi selama masa pidana.
“Pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi Warga Binaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan diri,” tegas Herriansyah.
“Kami ingin kesempatan belajar tetap terbuka sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal lebih baik,” tambahnya.
Seirama dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menekankan manfaat jangka panjang.
“Pembinaan tidak hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga mempercepat adaptasi sosial di tengah masyarakat,” jelas Ansyari.
“Oleh sebab itu, pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam seluruh rangkaian proses pembinaan ini,” sambungnya.
Selain itu, perwakilan PKBM Azzahra, Rahmi Utari, menjelaskan relevansi materi terhadap kebutuhan nyata para warga binaan.
“Kami berusaha memberikan materi yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga dapat diterapkan sehari-hari,” tuturnya.
“Melalui pembelajaran kewirausahaan, peserta mengenal dasar usaha kecil sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” lanjut Rahmi.
Akibatnya, salah seorang warga binaan berinisial DY menyambut hangat kesempatan berharga untuk terus menimba ilmu.
“Kami bisa mendapatkan ilmu baru dan tetap memiliki kegiatan positif selama berada di dalam Lapas,” ungkap DY.
“Semoga ilmu yang didapat berguna setelah kami kembali ke tengah masyarakat kelak,” harap warga binaan tersebut.
Ringkasnya, kolaborasi strategis ini berhasil membuka ruang pertumbuhan potensi diri secara berkelanjutan bagi warga binaan.
Akhirnya, program edukasi tersebut diharapkan mampu melahirkan insan yang mandiri, berilmu, serta siap menyongsong masa depan.
- Penulis: Husni
