Pembinaan Humanis dan Bermartabat, Lapas Palu Bagikan Pakaian dan Kebutuhan Dasar Warga Binaan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 45

Lapas Palu memberikan perhatian pada hak dasar warga binaan dengan pembagian pakaian seragam dan kebutuhan lainnya. (Dok: Humas Lapas Palu)
PAStime News, Palu — Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pemenuhan hak dasar Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali melaksanakan kegiatan pembagian pakaian seragam. Selain itu, ada baju koko. Mereka juga memberikan kebutuhan dasar lainnya seperti sabun mandi dan sabun pakaian kepada para warga binaan.
Kasubsi Keamanan, Fredyanto Deka, memimpin langsung kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Palu. Ia bersama jajaran staf Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Binmaswat) melaksanakan kegiatan tersebut dengan tertib. Kegiatan ini di sambut antusias oleh warga binaan.
Menurut Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, S.H., M.H., kegiatan ini bukan hanya rutinitas administratif. Namun, ini merupakan bentuk perhatian terhadap martabat dan hak dasar warga binaan. Khususnya dalam mendukung aspek kedisiplinan, kebersihan, dan pembinaan kepribadian.
“Pemberian pakaian ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga bentuk perhatian terhadap hak dasar warga binaan. Kami ingin mereka merasa dihargai, termotivasi, dan terus berproses menuju perubahan yang lebih baik,” jelas Makmur.
Pakaian seragam tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi selama masa pemasyarakatan, namun juga mempermudah pengawasan oleh petugas. Sementara itu, pembagian baju koko diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan spiritualitas warga binaan, agar mereka tetap semangat dan istiqomah dalam menjalani proses pembinaan.
“Kami ingin menghadirkan pembinaan yang tidak hanya disiplin, tapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kebersihan,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Ia menilai bahwa langkah Lapas Palu telah mencerminkan semangat pemasyarakatan yang humanis dan modern.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Palu dalam pemenuhan hak-hak dasar WB. Pembagian pakaian seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bermakna besar dalam menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, dan kesetaraan di antara warga binaan,” ujar Bagus.
Ia juga menegaskan pentingnya seluruh jajaran pemasyarakatan di Sulawesi Tengah untuk terus menjaga komitmen terhadap pelayanan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM), sesuai standar modern yang bermartabat dan adil.
Dengan kegiatan ini, Lapas Palu berharap dapat terus membangun lingkungan pemasyarakatan yang positif, disiplin, dan penuh empati. Harapannya, para Warga Binaan dapat menjalani pembinaan dengan lebih bermakna dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
- Penulis: mamang
