Kementerian PU Dorong Penataan Jalan dan Infrastruktur Transportasi di Padang
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 207

Kementerian PU perbaiki Jalan Bypass Padang dan akses Terminal Anak Air. Fokus pada konektivitas dan pengurangan banjir. (Dok: Kementrian PU)
PAStime News, Padang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penataan infrastruktur jalan di Kota Padang demi mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Fokus utama di arahkan pada penanganan kemacetan di simpang bersinyal di Ruas Jalan Bypass II dan perbaikan akses ke Terminal Anak Air.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan bahwa peningkatan lalu lintas di Jalan Bypass terjadi usai gempa 2009. Saat itu, banyak kantor pemerintah di relokasi ke kawasan tersebut. Akibatnya, arus kendaraan campuran antara angkutan berat dan kendaraan pribadi menjadi padat. Ditambah lagi, perubahan tata guna lahan dari daerah resapan menjadi permukiman menyebabkan banjir lebih sering terjadi.
“Jalan bypass ini awalnya untuk angkutan barang, namun kini jadi jalur utama masyarakat. Kami usulkan pelebaran dan jalan alternatif melalui Jalan Balimbing agar terkoneksi ke Pelabuhan Teluk Bayur,” terang Fadly saat mendampingi kunjungan Komisi V DPR RI, Kamis (3/7).
Selain itu, Fadly juga mendorong pembangunan embung di beberapa titik rawan banjir, seiring perubahan fungsi lahan. Sementara itu, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V telah menormalisasi Sungai Batang Gandis dengan anggaran Rp110 miliar. Proyek ini menghasilkan saluran sepanjang 3,2 km dan memberi manfaat bagi lahan seluas 457 hektare.
Terkait transportasi, Fadly menyoroti akses sempit menuju Terminal Anak Air yang membuat sebagian besar bus enggan masuk. “Kami sudah razia, tapi sopir mengeluh kondisi jalan masuk tidak layak. Solusinya, tentu harus di tingkatkan,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Seksi KPIJ BPJN Sumbar, Yulia Ramadhani, menjelaskan bahwa Terminal Anak Air sudah masuk Renstra 2020–2024. Pada 2019 bahkan telah di siapkan anggaran Rp30 miliar, namun belum bisa di realisasikan karena lahan belum siap.
“Pelebaran jalan belum bisa di lakukan karena proyek Padang Bypass Capacity Expansion Project masih menunggu kesiapan lahan untuk flyover dan simpang. Baru 27 km jalan dan 9 jembatan yang memenuhi readiness criteria dari total anggaran Rp440 miliar,” jelas Yulia.
Triono Junoasmoro, Staf Ahli Menteri PU, menambahkan bahwa pembangunan jalur luar (outer ring) menjadi kebutuhan mendesak akibat perubahan tata ruang. “Pelebaran atau flyover hanya soal waktu. Namun, kita perlu kaji prioritas segmen mana yang harus di kerjakan lebih dulu, sebab semuanya tidak mungkin di lakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran,” pungkasnya.
- Penulis: mamang
