Kunjungan ini di sambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Batam, serta jajaran pejabat struktural lainnya. Para tamu diajak untuk melihat langsung berbagai fasilitas lapas, termasuk program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang telah di jalankan secara berkelanjutan.
Dalam sesi tur keliling tersebut, pihak delegasi Malaysia mendapatkan penjelasan mengenai pelaksanaan program seperti pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, serta pembinaan mental dan sosial bagi warga binaan.
“Kunjungan ini adalah bentuk saling belajar dan bertukar pengalaman antara dua negara sahabat dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan,” ujar Kepala Lapas Perempuan Batam.
Delegasi dari Malaysia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang di berikan serta keterbukaan pihak Indonesia dalam berbagi informasi dan praktik terbaik.
Selain itu, di lakukan pula sesi diskusi intensif mengenai berbagai tantangan yang di hadapi dalam pengelolaan lapas perempuan dan anak, termasuk potensi kerja sama ke depan dalam bentuk pertukaran program pelatihan dan kunjungan balasan.
Kegiatan ini di harapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara lembaga pemasyarakatan di Indonesia dan Malaysia, yang tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik tetapi juga mendorong peningkatan mutu layanan dan pembinaan narapidana di kedua negara.

