Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Penemuan Kasus TBC dengan Skrining Gejala, Pemeriksaan Chest X-Ray, serta Inisiasi Terapi Pencegahan TBC bagi kelompok rentan seperti tahanan, anak binaan, dan narapidana di seluruh Indonesia pada tahun 2025.
Di Lapas Tanjung Raja, kegiatan di mulai sejak Senin (13/10/2025) dan di jadwalkan berlangsung selama lima hari kerja. Lebih dari 200 warga binaan telah menjalani pemeriksaan, dengan target 100% skrining TBC terhadap seluruh penghuni lapas.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Laboratorium Klinik Cito Jakarta, yang menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan Chest X-Ray (rontgen dada) dengan peralatan radiologi mutakhir, guna mendeteksi indikasi infeksi TBC secara akurat dan cepat. Tak hanya itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tanjung Raja juga berperan aktif dengan melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel dahak sebagai langkah konfirmasi diagnosis.
Kepala Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Abdul Waris, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program ini, dan menyebutnya sebagai langkah vital dalam menjaga kualitas kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami sangat mendukung penuh program ini. Melalui kegiatan skrining TBC, kami tidak hanya melindungi kesehatan warga binaan, tapi juga menciptakan lingkungan lapas yang sehat, aman, dan manusiawi,” ujar Abdul Waris.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen menjalankan setiap program pemerintah, khususnya di sektor kesehatan. Lapas Tanjung Raja ingin ambil bagian dalam misi besar pemerintah mewujudkan Indonesia Bebas TBC pada tahun 2030.

