Warga Binaan Lapas Leok Produksi Piala Kejuaraan untuk PBSI Buol, Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian Pemasyarakatan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 46

Lapas Kelas III Leok kembali menunjukkan kreativitas dan produktivitasnya melalui hasil karya piala kejuaraan yang di pesan langsung oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Buol. (Dok: Humas Lapas Leok)
PAStime News, Buol – Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok kembali menunjukkan kreativitas dan produktivitasnya melalui hasil karya piala kejuaraan yang di pesan langsung oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Buol. Inisiatif ini menjadi bukti konkret keberhasilan program pembinaan kemandirian yang di jalankan jajaran Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap hasil karya Warga Binaan. Ia menilai kerja sama dengan PBSI Buol bernilai ekonomi dan menumbuhkan kepercayaan diri Warga Binaan.
“Kepercayaan PBSI Kabupaten Buol kepada Warga Binaan merupakan bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak berhenti di balik tembok, tapi menghasilkan karya bermanfaat dan bernilai. Ini adalah wujud nyata keadilan restoratif memulihkan dan memberdayakan,” ujar Bagus.
Ia menyebut kolaborasi dengan PBSI Buol sebagai langkah strategis memperluas pembinaan berbasis keterampilan dan wirausaha di Lapas dan Rutan Sulteng.
“Kami mendorong agar hasil karya Warga Binaan mendapat tempat di masyarakat. Kolaborasi seperti ini membuka ruang bagi mereka untuk berkontribusi, bahkan sebelum bebas nanti. Ini adalah proses reintegrasi sosial yang kita dorong bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Leok, Achmad Adrian, menjelaskan bahwa pembuatan piala di lakukan oleh Warga Binaan yang telah mengikuti pelatihan keterampilan dan pendampingan teknis dari petugas pembinaan.
Proses pengerjaan di lakukan di bengkel kerja Lapas Leok, dengan pengawasan ketat dan standar kualitas tinggi.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan PBSI Kabupaten Buol yang telah memesan piala buatan Warga Binaan. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami dalam memperkuat program pembinaan kemandirian,” ujar Achmad.
Ia juga berharap kerja sama ini bisa berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan lain, termasuk pembuatan produk kerajinan dan souvenir untuk kegiatan masyarakat.
Piala di buat manual dari bahan daur ulang yang di kreasikan menjadi produk estetis dan ramah lingkungan. Proses ini melatih keterampilan serta menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja Warga Binaan.
Program pembinaan Lapas Leok wujud komitmen Kemenkumham Sulteng menghadirkan pemasyarakatan humanis, produktif, dan berdaya.
Kegiatan ini membina perilaku dan membekali Warga Binaan dengan keterampilan wirausaha untuk berkontribusi setelah bebas.
“Pembinaan kemandirian adalah wujud nyata dari semangat Pemasyarakatan modern bukan sekadar menghukum, tetapi memulihkan dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang bermanfaat,” tutup Bagus.
- Penulis: mamang
