Bahas Insomnia, Lapas Tabanan Hadirkan Edukasi Kesehatan Mental lewat Teh Rina
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 14

Foto : Humas Lapas Kelas IIB Tabanan
PAStime News, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali laksanakan layanan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) dengan topik insomnia bagi Warga Binaan. Kegiatan berlangsung di Aula Candra Prabhawa, Kamis (8/1), sebagai bagian dari layanan edukasi kesehatan mental yang berkelanjutan.
Layanan Teh Rina kali ini menghadirkan narasumber dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud), yakni dr. Tixna dan dr. Ida Ayu Lely. Kegiatan diikuti Warga Binaan secara aktif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta berbagi pengalaman terkait gangguan tidur yang kerap dialami selama menjalani masa pidana.
Dalam pemaparannya, para residen psikiatri FK Unud menjelaskan bahwa insomnia tidak hanya berdampak pada kualitas tidur, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi fisik, emosi, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Gangguan tidur yang tidak ditangani dengan baik berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa layanan Teh Rina merupakan bagian dari pembinaan yang menempatkan kesehatan mental sebagai aspek penting dalam proses Pemasyarakatan.
“Layanan Teh Rina kami laksanakan secara berkelanjutan agar Warga Binaan memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan mental. Dengan mengenali dan mengelola gangguan seperti insomnia, diharapkan mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan kondisi psikologis yang lebih stabil,” ujar Prawira.
Sementara itu, dr. Ida Ayu Lely menjelaskan bahwa insomnia dapat dikelola melalui pendekatan terapi perilaku kognitif. Langkah-langkah yang disarankan antara lain menjaga jadwal tidur yang konsisten, melakukan teknik relaksasi, mengelola stres, serta menerapkan sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat.
Salah satu Warga Binaan, Yoga, mengaku mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. “Penjelasan dokter sangat membantu. Saya jadi memahami penyebab insomnia dan cara-cara sederhana yang bisa saya terapkan agar tidur lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan Teh Rina, Lapas Tabanan berharap kesadaran Warga Binaan terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat, sebagai bagian dari pembinaan yang mendukung ketenangan, produktivitas, dan kesiapan reintegrasi sosial.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
