Pegawai dan Warga Binaan Lapas I Madiun Gelar Futsal, Perkuat Hubungan Humanis
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 9

Foto : Humas Lapas Kelas I Madiun
PAStime News, MADIUN – Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan kondusif terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun. Salah satunya melalui kegiatan olahraga bersama berupa pertandingan futsal yang mempertemukan pegawai lapas dengan warga binaan, sebagai sarana membangun kebersamaan, komunikasi, dan pembinaan kepribadian.
Pertandingan futsal tersebut dilaksanakan di lapangan olahraga dalam Lapas Kelas I Madiun dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tim pegawai lapas dan tim perwakilan warga binaan tampak antusias sejak peluit awal dibunyikan. Tidak hanya menampilkan permainan yang kompetitif, pertandingan ini juga diwarnai canda, tawa, dan interaksi positif antarpeserta.
Kegiatan olahraga bersama ini menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang menitikberatkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Melalui olahraga, sekat formal antara petugas dan warga binaan dapat dikurangi, sehingga tercipta suasana yang lebih terbuka dan saling menghargai.
Olahraga sebagai Media Pembinaan Kepribadian
Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya Rivai, menjelaskan bahwa futsal bersama bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga memiliki makna strategis dalam proses pembinaan. Menurutnya, olahraga mampu menjadi media efektif untuk membangun komunikasi yang sehat dan menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan futsal ini, kami ingin menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, dan saling menghormati. Hubungan yang humanis antara petugas dan warga binaan sangat penting untuk menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pembinaan modern tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental warga binaan. Kegiatan nonformal seperti olahraga dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap psikologis warga binaan, sehingga mereka lebih siap mengikuti program pembinaan lainnya.
Membangun Kedekatan dan Motivasi Positif
Sepanjang pertandingan berlangsung, sorak sorai dan dukungan dari peserta lain menambah semangat para pemain di lapangan. Baik pegawai maupun warga binaan terlihat bermain dengan penuh sportivitas, menjunjung tinggi aturan permainan, serta saling menghargai satu sama lain.
Salah seorang warga binaan yang ikut bertanding mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, futsal bersama menjadi pengalaman yang berkesan karena menghadirkan suasana kebersamaan yang jarang dirasakan.
“Kami merasa lebih dihargai dan diperlakukan secara manusiawi. Bermain futsal bersama pegawai membuat kami lebih dekat dan termotivasi untuk mengikuti pembinaan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Pengalaman positif ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri warga binaan, sekaligus mendorong mereka untuk berperilaku lebih disiplin dan kooperatif selama menjalani masa pembinaan.
Komitmen Mewujudkan Lapas yang Humanis
Pihak Lapas Kelas I Madiun menegaskan bahwa kegiatan olahraga bersama akan terus didorong dan dijadikan agenda rutin. Selain mendukung pembinaan jasmani, kegiatan ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental, baik bagi pegawai maupun warga binaan.
Pertandingan futsal ditutup dengan suasana kekeluargaan, ditandai dengan saling berjabat tangan antar pemain sebagai simbol sportivitas dan kebersamaan. Momentum tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan iklim pemasyarakatan yang sehat, harmonis, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.
Melalui pendekatan humanis seperti ini, Lapas Kelas I Madiun berharap proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif, serta mampu membekali warga binaan dengan nilai-nilai positif sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
