Bantuan Korban Bencana Sumbar Harus Terkoordinasi Melalui Posko
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Bantuan Korban Bencana Sumbar Harus Terkoordinasi Melalui Posko (Dok. Istimewa)
PADANG, PAStime News – Bantuan terus mengalir kepada masyarakat terdampak di Sumatra Barat. Selain itu, pemerintah daerah meminta semua pihak yang membawa logistik untuk berkoordinasi lebih dulu melalui pos komando.
Arry Yuswandi, Sekretaris Daerah Sumbar, menyampaikan imbauan tersebut di media center penanganan bencana, Selasa (2/12). Selain itu, ia menegaskan bahwa koordinasi penting agar distribusi tidak duplikasi dan tetap tepat sasaran. Ia juga mencontohkan bahwa bantuan banyak terkirim ke Malalak, sementara wilayah sekitar juga sangat membutuhkan dukungan.
“Melalui konferensi pers ini, kami meminta semua pihak agar berkoordinasi dengan posko setempat,” ujar Arry.
Arry menjelaskan bahwa siapa pun yang menyalurkan bantuan secara mandiri tetap harus berkoordinasi dengan posko. Selain itu, hal tersebut memastikan bantuan tercatat baik dan terdata akurat.
Koordinasi Bantuan Diperkuat untuk Maksimalkan Distribusi di Sumatra Barat
“Silakan menyalurkan langsung, karena kami tidak bisa menghalangi. Namun, koordinasi tetap penting,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah meminta semua bantuan yang menuju 13 kabupaten dan kota terdampak untuk dicatat di posko wilayah. Selain itu, pencatatan di perlukan agar bantuan tidak menumpuk di satu titik dan tetap sesuai kebutuhan masyarakat.
Masyarakat atau lembaga usaha juga diminta menanyakan kebutuhan mendesak sebelum mengirimkan bantuan. Selain itu, setiap kabupaten dan kota telah mengidentifikasi kebutuhan darurat masing-masing. Di Pesisir Selatan, misalnya, wilayah membutuhkan gergaji mesin, paket sembako, family kit, dan terpal. Oleh karena itu, koordinasi melalui posko sangat penting.
Pada rapat koordinasi pos pendamping nasional dan posko kabupaten-kota, Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian meminta penanganan lebih optimal. Selain itu, ia menekankan percepatan distribusi logistik ke titik-titik yang masih terisolir.
Rustian juga menyampaikan arahan Presiden yang sehari sebelumnya berkunjung ke Padang Pariaman. Selain itu, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penanganan darurat.
“Kekuatan nasional yang di koordinasikan BNPB sudah turun ke daerah,” tegasnya melalui sambungan daring.
BNPB bersama berbagai pihak terus membuka akses yang tertutup longsor. Selain itu, akses darat sangat di perlukan untuk distribusi bantuan dan mobilisasi warga.
Pada Selasa (2/12) pukul 09.30 WIB, helikopter BNPB mengirimkan 250 kg bantuan berisi beras, minyak goreng, gula dan makanan bayi. Selain itu, bantuan di terjunkan ke wilayah Talamau, Pasaman Barat.
Hingga kini, BNPB, TNI AU dan Basarnas terus menyalurkan bantuan melalui udara. Selain itu, mereka memprioritaskan titik yang masih terisolir seperti Agam, Solok dan Pasaman Barat. Di samping itu, pengiriman darat terus di mobilisasi untuk mempercepat dukungan bagi masyarakat terdampak.
- Penulis: Husni
