Lapas Saparua Hadirkan Edukasi Musik : Warga Binaan Belajar Struktur Gitar Dan Cajon
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 16

Lapas Saparua Hadirkan Edukasi Musik : Warga Binaan Belajar Struktur Gitar Dan Cajon
PAStime News,SAPARUA –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas program pembinaan
melalui penyelenggaraan edukasi teori musik bagi Warga Binaan. Program ini terselenggara berkat kolaborasi Lapas Saparua dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Kegiatan edukasi berlangsung di ruang pembinaan dan di pandu oleh mahasiswa magang Kemnaker, Ririn Aseity C. Ralahalu, dengan pendampingan Kepala Subseksi Pembinaan, Ellen D. Anakotta.
Dalam sesi pembelajaran, Warga Binaan di perkenalkan pada struktur dasar gitar dan fungsi tiap komponennya. Mulai dari bodi gitar yang menjadi pusat resonansi, leher dan fretboard yang menjadi area menghasilkan nada, hingga fungsi fret sebagai pembatas nada. Ririn juga menguraikan secara detail peran headstock, tuning machine, bridge, nut, saddle, hingga sound hole—komponen-komponen penting yang menentukan karakter suara gitar.
Tak hanya fokus pada gitar, peserta juga mendapatkan teori dasar mengenai cajon, alat musik perkusi yang berfungsi mengatur ritme dan tempo. Meski tanpa praktik langsung, pembelajaran ini membuka wawasan baru bagi Warga Binaan dalam memahami seni musik secara lebih luas.
Kepala Subseksi Pembinaan, Ellen D. Anakotta, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari upaya memperkaya kegiatan pembinaan melalui pendekatan edukatif.
“Materi seperti ini sangat mendukung pengembangan kreativitas sekaligus menambah wawasan seni Warga Binaan. Ini merupakan upaya kami menghadirkan pembinaan yang menyeluruh,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri Ririn Aseity C. Ralahalu menyampaikan harapannya agar teori yang dibagikan dapat memberi manfaat bagi Warga Binaan.
“Setiap komponen pada gitar memiliki fungsi penting dalam membentuk karakter suara. Pemahaman dasar ini kami harapkan dapat menumbuhkan minat mereka terhadap seni musik,” jelasnya.
Melalui kegiatan edukasi musik ini, Lapas Saparua berharap Warga Binaan dapat mengembangkan potensi seni sebagai bagian dari pembinaan kreatif yang berkelanjutan, serta menjadi bekal positif ketika kelak kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
