Bazar UMKM Warga Binaan Kalsel Dorong Kepercayaan Publik
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 89

Dok. Humas Ditjenpas Kalsel (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PAStime News – Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Selatan mengadakan bazar produk dari UMKM yang di kelola oleh Warga Binaan untuk merayakan Hari Bakti Pemasyarakatan yang ke-62.
Selain itu, acara ini berlangsung di area Kanwil sebagai cara untuk memperkenalkan hasil pelatihan kepada masyarakat.
Dengan begitu, bazar ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem Pemasyarakatan yang mampu memberikan hasil positif.
Kepala Kanwil, Mulyadi, menyatakan bahwa bazar ini mencerminkan keberhasilan dalam membangun kemandirian di komunitas Pemasyarakatan.
Ia menyampaikan,
“Dengan acara ini, masyarakat bisa langsung melihat potensi dan keahlian Warga Binaan. ”
Lebih jauh, ia menambahkan,
“Mereka dapat membuat produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual. ”
Sementara itu, berbagai produk unggulan di tampilkan, seperti sayuran segar, telur asin, dan kerajinan tangan yang memiliki daya tarik estetis.
Semua produk ini adalah hasil kerja kreatif Warga Binaan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis di Kalimantan Selatan.
Di sisi lain, Mulyadi menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program pelatihan.
Ia mengungkapkan,
“Dukungan dan pembelian produk menjadi hal yang penting untuk mendorong kemandirian Warga Binaan. ”
Selain itu, Lapas Kelas IIB Tanjung juga berpartisipasi dengan menampilkan Tas D’Payau, peci, dan kerupuk ikan haruan.
Petugas secara aktif mengenalkan produk dan hasil pelatihan kepada para pengunjung.
Kalapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, menyatakan komitmennya terhadap pelatihan yang berfokus pada keterampilan dan produktivitas.
Ia mengungkapkan,
“Kami ingin menunjukkan bahwa Warga Binaan memiliki potensi dan kreativitas dalam menghasilkan produk yang baik. ”
Lebih jauh, petugas Azriel menyampaikan antusiasme pengunjung mengenai produk yang dipamerkan.
Ia mengatakan,
“Banyak pengunjung yang tertarik dengan Tas D’Payau dan kerupuk ikan haruan. ”
Lapas Kelas IIA Banjarmasin juga mengenalkan berbagai produk kreatif dengan nilai jual yang baik.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan komitmennya untuk meningkatkan pembinaan kemandirian.
Ia menegaskan,
“Kami ingin produk dari Warga Binaan di kenal luas dan dapat memiliki nilai ekonomi. ”
Sementara itu, Kepala Seksi Bagus Paras Etika menambahkan bahwa produk-produk tersebut telah melalui pelatihan dan pendampingan yang baik.
Ia menyatakan,
“Kami terus berusaha meningkatkan kualitas agar bisa bersaing di pasar. ”
Di sisi lain, Rutan Rantau menampilkan keripik singkong dan telur asin yang menarik perhatian pengunjung.
Karutan Renaldi Hutagalung menyatakan bahwa pembinaan di fokuskan untuk mengembangkan keterampilan yang berkelanjutan.
Ia mengungkapkan,
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk Warga Binaan layak untuk di pasarkan dan memiliki nilai. ”
Salah satu pembeli, Lina, memberikan apresiasi terhadap kualitas produk yang di tawarkan.
Ia mengatakan,
“Rasanya enak, kualitasnya baik, dan harganya terjangkau. ”
Dengan demikian, kegiatan ini di anggap positif karena memberikan ruang untuk menghargai dan mempromosikan karya Warga Binaan.
Pada akhirnya, pihak Pemasyarakatan berharap bazar ini dapat mendorong program pelatihan yang produktif dan berkelanjutan.




- Penulis: Husni
