Buka Akses Pendidikan Di Balik Tembok, Lapas Banjarmasin Bersama PKBM Azzahra Gelar Pembelajaran Paket A, B, Dan C
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Sumber : Lapas Banjarmasin (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PASTime News — Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus konsisten membuka akses pendidikan kesetaraan bagi seluruh Warga Binaan.
Langkah berkelanjutan ini di wujudkan melalui program pembelajaran Paket A, B, dan C bersama PKBM Azzahra pada Sabtu (5/9).
Selanjutnya, Kepala Seksi Binadik, Gilang Wisnuwardhana, menjelaskan bahwa pendidikan ini menjadi sarana investasi pengetahuan yang nyata.
Gilang Wisnuwardhana menyatakan:
“Pembelajaran kesetaraan kami dorong agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat di terapkan dalam kehidupan. Karena itu, Warga Binaan kami dorong untuk mengikuti setiap proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh.”
Adapun, peserta Paket A fokus mempelajari Matematika dasar, Paket B mendalami Geografi, sedangkan Paket C melatih Bahasa Inggris.
Oleh karena itu, Tutor PKBM Azzahra, Norifansyah, menekankan pentingnya pemahaman logis dalam memecahkan persoalan matematika hitung.
Norifansyah menjelaskan:
“Yang terpenting bukan hanya mendapatkan jawaban, tetapi memahami langkah-langkahnya. Dengan mengetahui faktor dari masing-masing bilangan, Warga Binaan akan lebih mudah menemukan faktor persekutuan hingga menentukan FPB.”
Sementara itu, Tutor Paket B, Anisa, mengajak para peserta untuk lebih memahami keberagaman geografi wilayah Indonesia.
Anisa menjelaskan:
“Kami ajak Warga Binaan memahami bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan sejarahnya masing-masing. Dari sana, kita dapat belajar untuk lebih mengenal lingkungan dan menghargai bumi sebagai tempat kehidupan.”
Di samping itu, Tutor Paket C, Sukma Rani, memberikan materi Bahasa Inggris Leave Taking guna melatih komunikasi interaktif harian.
Sukma Rani menjelaskan:
“Melalui materi Leave Taking, peserta didik belajar menggunakan ungkapan yang tepat ketika mengakhiri percakapan atau berpamitan. Harapannya, mereka tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga menggunakannya dalam komunikasi sederhana.”
Merespons hal tersebut, Warga Binaan berinisial YA mengaku sangat terbantu dalam memahami matematika melalui penjelasan yang terstruktur.
YA mengungkapkan:
“Materinya menarik karena kami di ajarkan langkah-langkahnya secara jelas. Setelah mengikuti pembelajaran, saya jadi lebih memahami bagaimana menentukan faktor dan mencari FPB dari suatu bilangan.”
Kemudian, Warga Binaan BU merasa wawasan geografisnya semakin luas setelah menyimak pemaparan materi dari pengajar.
BU mengungkapkan:
“Pembelajaran hari ini membuat saya lebih memahami bahwa setiap daerah memiliki kondisi dan ciri khas yang berbeda. Saya juga jadi lebih mengerti pentingnya menjaga dan menghargai bumi sebagai tempat kita hidup.”
Selanjutnya, Warga Binaan DR mengaku semakin percaya diri mengutarakan ucapan berpamitan dalam percakapan Bahasa Inggris harian.
DR mengungkapkan:
“Materinya cukup mudah di pahami karena kami belajar ungkapan yang bisa di gunakan dalam percakapan. Saya jadi lebih mengetahui cara berpamitan atau mengakhiri percakapan dalam Bahasa Inggris dengan tepat.”
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung hak belajar Warga Binaan.
Akhmad Herriansyah mengungkapkan:
“Pembinaan melalui pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Kami ingin Warga Binaan terus mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.”
Akhirnya, Lapas Banjarmasin berharap program ini dapat mencetak lulusan yang cerdas, terampil, serta berdaya saing tinggi.
- Penulis: Husni
