Code Stroke Aliansi Pemkot Depok dan FKUI
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 12

Pemkot Depok dan FKUI bangun Aliansi Code Stroke untuk tangani stroke
Depok, PAStime News – Pemerintah Kota Depok bersama Fakultas Kedokteran UI membangun Aliansi Code Stroke untuk menangani stroke. Program ini menjadi langkah penting meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Depok.
Jejaring Kesehatan Kardiovaskuler Di perkuat, Pelatihan Berjalan, dan Rumah Sakit Siap Menangani Kegawatdaruratan Stroke di Berbagai Level
Sejak 2023, kolaborasi terus berjalan untuk memperkuat komitmen peningkatan layanan kesehatan. Selain itu, program Depok Siaga Stroke hadir untuk membangun jejaring pelayanan stroke yang kuat di Depok.
Upaya tersebut bersinergi dengan berbagai sarana dan prasarana kardiovaskuler pada fasilitas kesehatan di seluruh wilayah. Oleh karena itu, pemerintah memetakan kemampuan penanganan stroke di semua rumah sakit Depok.
Setelah itu, rumah sakit di kelompokkan sesuai kapasitas dalam menangani kegawat daruratan stroke sehingga respons menjadi lebih cepat dan terarah secara maksimal di tahap awal penanganan medis.
“Rangkaian kegiatan sudah berjalan sejak Juni 2023,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Depok Hendrik Alamsyah di Depok, Jumat. Ia menjelaskan pelatihan 26 rumah sakit dan PSC 119 Depok juga di laksanakan di RS UI.
Selain itu, in-house training di tujuh rumah sakit batch pertama juga terlaksana. Lalu, pertemuan jejaring stroke PSC 119 di lakukan untuk mewujudkan Depok Siaga Stroke pra-hospital.

Pemkot Depok dan FKUI bangun Aliansi Code Stroke untuk tangani stroke
Selain itu, pemerintah juga menggelar Pertemuan dan Pelatihan Rumah Sakit Siaga Stroke Regional. Kegiatan tersebut di ikuti 13 rumah sakit yang terdaftar dalam SK Wali Kota Depok sebagai RS Siaga Stroke.
Rumah sakit tersebut antara lain RS Sentra Medika Cisalak, RS Hermina Depok, RS Universitas Indonesia, RSUD Khidmat Sehat Afiat, dan RS Mitra Keluarga Depok. Lalu, RS Siloam Heart Hospital, RS Alia Hospital, RS Bhayangkara Brimob, RS Primaya Depok, RS Permata Depok, RS Bhakti Yudha, RS Eka Hospital Depok, serta RSUD Anugerah Sehat Afiat.
Hendrik menilai pertemuan tersebut memperkuat kesiapan rumah sakit jejaring dari sisi penanganan cepat dan koordinasi antar fasilitas. Selain itu, ia berharap jejaring rumah sakit semakin solid agar Depok segera menjadi Kota Siaga Stroke.
“Selain komitmen penyamaan standar penanganan stroke, kami juga meminta peningkatan pencatatan serta pelaporan kasus stroke,” ujarnya. Ia menegaskan data lengkap dan akurat membantu pemerintah mengambil kebijakan menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat stroke di Depok.
- Penulis: Husni
