Lapas Atambua Donasikan Hasil Panen Raya untuk Korban Bencana di Sumatra dan Aceh
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 162

Lapas Atambua Donasikan Hasil Panen Raya untuk Korban Bencana di Sumatra dan Aceh (Dok. Istimewa)
ATAMBUA, Pastime News – Lapas Kelas IIB Atambua menunjukkan perhatian sosial dalam momentum panen raya serentak, Kamis (15/1).
Melalui program kemandirian, Lapas Atambua mendonasikan seluruh hasil panen untuk korban bencana di Sumatra dan Aceh.
Melalui panen raya serentak program kemandirian Warga Binaan, Lapas Kelas IIB Atambua menunjukkan kepedulian sosial nyata dengan menyalurkan hasil panen guna membantu masyarakat terdampak bencana alam
Donasi tersebut mencakup 50 kilogram terong, 100 butir telur ayam, serta lima kilogram ikan lele.
Panen raya turut melibatkan pejabat struktural, staf, peserta magang, serta Warga Binaan.
Aktivitas panen berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Atambua secara teratur dan kolaboratif.
Kepala Lapas Atambua Bambang Hendra Setyawan mengikuti kegiatan panen raya tingkat wilayah secara virtual.
Kegiatan ini terhubung dengan Rutan Kefamenanu dan pusat nasional di Lapas Kelas I Cirebon.
Selain itu, Kepala Kanwil Ditjenpas NTT Ketut Akbar Herry Achjar turut hadir dalam kegiatan tingkat wilayah.
“Seluruh hasil panen kami donasikan untuk saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatra dan Aceh,” kata Hendra.
“Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan teknis sekaligus rasa peduli sosial,” tekad Hendra.
Lebih lanjut, ia berharap keterampilan tersebut bisa menjadi bekal penting ketika Warga Binaan kembali ke masyarakat.
“Kami ingin mereka percaya diri karena telah memiliki kompetensi nyata,” tambah Hendra.
Di sisi lain, Kepala Subbagian Tata Usaha Jimy Ndun menjelaskan proses penyaluran donasi hasil panen.
Ia menyampaikan bahwa hasil panen telah di ubah menjadi nilai ekonomi dengan transparan.
Selanjutnya, dana donasi akan di transfer terpusat melalui Kantor Wilayah Di tjenpas NTT.
“Kami menyalurkan bantuan secara kolektif agar tepat sasaran dan terkoordinasi,” jelas Jimy.
Sementara itu, Jhon, salah satu Warga Binaan, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasinya dalam program pertanian.
Ia merasakan manfaat pembinaan sejak tahap penyemaian hingga masa panen.
“Saya bangga karena kami belajar dari nol sampai panen berhasil,” kata Jhon.
Dengan demikian, panen raya ini menegaskan transformasi fungsi Pemasyarakatan secara nyata.
Akhirnya, Lapas Atambua menunjukkan peran sebagai pusat pelatihan produktif yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
- Penulis: Husni
