Cuaca Ekstrem Picu Antrean Panjang di Pelabuhan Merak, Kemenhub Turun Tangan Siagakan Kapal Besar
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 28

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menangani antrean panjang kendaraan yang menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, agar arus perjalanan lancar untuk menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Foto : Kemenhub
PAStime News, MERAK – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan langkah-langkah penanganan untuk mengurai antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, khususnya pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa antrean kendaraan terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem di Perairan Selat Sunda yang ditandai gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional penyeberangan, terutama proses sandar kapal di dermaga.
“Cuaca ekstrem menyebabkan kapal kesulitan untuk bersandar sehingga proses bongkar muat tidak dapat berjalan optimal. Hal ini memicu terjadinya penumpukan kendaraan di area pelabuhan,” ujar Aan saat meninjau kondisi di Merak, Minggu.
Selain faktor cuaca, peningkatan signifikan permintaan jasa penyeberangan, khususnya kendaraan angkutan logistik, turut memperbesar volume kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak.
Untuk mengatasi kepadatan tersebut, Ditjen Perhubungan Darat berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
“Kami mengoptimalkan penerapan delaying system, buffer zone, serta penyekatan kendaraan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penyeberangan,” kata Aan.
Sebagai langkah tambahan, sejak 18 Desember 2025 dini hari, Kemenhub bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menambah pengoperasian kapal berkapasitas besar di setiap dermaga untuk meningkatkan daya angkut dan mempercepat penguraian antrean.
Penerapan delaying system juga dilakukan secara bertahap ketika terjadi gangguan cuaca pada level Peringatan Dini I dan Peringatan Dini II. Dalam kondisi tersebut, PT ASDP memastikan bahwa tiket penyeberangan pengguna jasa tetap berlaku dan tidak kedaluwarsa selama penundaan disebabkan oleh cuaca buruk.
Ditjen Perhubungan Darat menegaskan akan terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjamin keselamatan dan kelancaran layanan penyeberangan, khususnya pada lintasan Merak–Bakauheni yang menjadi jalur vital nasional.
Kemenhub juga mengimbau masyarakat agar sebelum melakukan perjalanan senantiasa memantau informasi terkini mengenai potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko keselamatan selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
