Pembelajaran Berbasis Teknologi, PTP CONNECT2025 Inovasi PTP Lintas Instansi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 154

Pembelajaran Berbasis Teknologi (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen resmi membuka kegiatan PTP Connect 2025.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, forum ini menampilkan 47 karya inovasi teknologi pembelajaran dari 17 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Dengan demikian, PTP Connect 2025 menjadi ruang strategis pertukaran gagasan inovatif antarinstansi.
Sementara itu, kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta dari 84 unit kerja pada 44 instansi.
Peserta mencakup pimpinan unit kerja, pejabat fungsional PTP, pengelola SDM, serta instansi pembina jabatan fungsional.
Lebih lanjut, PTP Connect 2025 menjadi wadah berbagi praktik baik pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Selain itu, para ekshibitor menampilkan poster konsep dan produk inovasi pembelajaran.
Forum PTP Connect 2025 mempertemukan lintas instansi pemerintahan untuk memperkuat ekosistem teknologi pembelajaran, meningkatkan kompetensi ASN, serta mendorong pembelajaran adaptif berbasis kebutuhan organisasi nasional
Selanjutnya, rangkaian konferensi menghadirkan 18 narasumber dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan praktisi.
Narasumber berasal dari Kemendikdasmen, KemenPANRB, Kemenkeu, Setneg, BKN, LAN, hingga pemerintah daerah.
Selain itu, Kepala Pusdatin Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menegaskan posisi strategis PTP Connect 2025.
“PTP Connect 2025 menjadi ruang berkumpul pejabat fungsional PTP untuk berbagi praktik pembelajaran berbasis teknologi,”
ujar Yudhistira Nugraha di Jakarta.
Ia menambahkan, PTP tersebar di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Saat ini, jumlah PTP tercatat sekitar 1.958 orang secara nasional.
Selanjutnya, Yudhistira menegaskan peran penting PTP dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia ASN.
“Lingkungan kerja harus menjadi tempat belajar, bukan sekadar tempat bekerja,”
lanjutnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya portofolio pembelajaran bagi setiap ASN.
“Setiap ASN perlu memiliki learning journey dan jalur kompetensi yang jelas,”
katanya.
Pendekatan pembelajaran diarahkan pada prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning.
Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih relevan dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Yudhistira menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM menentukan dampak kinerja organisasi.
“Tanpa SDM yang terus belajar, sulit menghasilkan dampak besar,”
tuturnya.
Sejalan dengan itu, Kemendikdasmen memanfaatkan hasil kerja PTP melalui peluncuran Rumah Pendidikan.
“Rumah Pendidikan mendorong pergeseran dari schooling menuju learning yang fleksibel,”
jelas Yudhistira.

Pembelajaran Berbasis Teknologi (Dok. Istimewa)
Tentang PTP Connect 2025
PTP Connect 2025 menjadi momentum penguatan ekosistem teknologi pembelajaran pemerintahan.
Melalui forum ini, peserta bertukar praktik baik dan mendorong inovasi adaptif.
Selain itu, forum ini merespons kebijakan baru tata kelola kinerja jabatan fungsional.
Kebijakan tersebut berorientasi pada target dan capaian organisasi.
Saat ini, jumlah PTP nasional mencapai 2.958 pejabat fungsional.
Sebanyak 2.876 PTP berada di luar lingkungan pendidikan.
“Kondisi ini menunjukkan kebutuhan PTP lintas sektor semakin meningkat,”
ujar Yudhistira.
Dengan demikian, PTP Connect 2025 diharapkan memperkuat kontribusi PTP bagi pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan nasional.
- Penulis: Husni
