Dari Lapas untuk Negeri Asimilasi Pertanian Lapas Bengkalis Dukung Kemandirian dan Ketahanan Pangan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 25

Lapas Bengkalis terus berinovasi dengan program pembinaan berbasis kemandirian untuk meningkatkan ketahanan pangan. (Dok: Humas Lapas Bengkalis)
PAStime News, Bengkalis, 5 November 2025 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis terus berinovasi dalam melaksanakan program pembinaan berbasis kemandirian. Salah satu langkah nyatanya di wujudkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Hal ini di lakukan dalam program asimilasi pertanian untuk ketahanan pangan yang mengusung slogan “Siap Mandiri, Siap Berkarya, Siap Kembali ke Masyarakat.”
Program ini berfokus pada penanaman nanas dan ubi di lahan seluas 7 hektar. Lahan ini di kelola langsung oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) di bawah pengawasan petugas Lapas Bengkalis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas. Ini bertujuan mengimplementasikan pembinaan produktif dan pemberdayaan ekonomi warga binaan.
Acara peluncuran program turut di hadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda. Pejabat tersebut antara lain Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Johansyah Syafri, Pama Polres Bengkalis IPDA Supriono, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Dahen Tawakal, Plt Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan H. Surtaman, Camat Bengkalis Taufik Hidayat, serta Kabid Aset BPKAD Ikram Noer.
Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga binaan memiliki keterampilan dan bekal hidup setelah kembali ke masyarakat.
“Hari ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis bersama Pemkab Bengkalis melaksanakan kegiatan ketahanan pangan dalam rangka program pembinaan warga binaan,” ujar Priyo.
Ia menambahkan bahwa keterampilan yang di peroleh melalui program ini, khususnya di bidang pertanian, diharapkan menjadi modal berharga bagi WBP setelah bebas.
“Kami perkirakan satu bulan ini penanaman nanas dan ubi sudah berjalan optimal. Ini menjadi wadah pembinaan berkelanjutan sekaligus lanjutan program ketahanan pangan Lapas Bengkalis sebelumnya,” jelasnya.
Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Johansyah Syafri memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Lapas Bengkalis. Inisiatif tersebut di nilainya strategis dan memiliki manfaat ganda.
“Atas nama Pemkab Bengkalis, kami mengapresiasi program ini. Ini langkah yang tepat—sambil mendukung ketahanan pangan, sekaligus membina warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Johansyah menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar upaya pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga bentuk pemberdayaan sosial dan moral bagi warga binaan. Ia mengingatkan agar peserta program memanfaatkan kepercayaan yang di berikan dengan sungguh-sungguh.
“Tidak semua warga binaan mendapat kesempatan seperti ini. Jadi manfaatkan sebaik-baiknya kepercayaan yang telah diberikan Kalapas dan jajaran,” pesannya.
Menurut Johansyah, dari sekitar 1.800 warga binaan, hanya 20 hingga 30 orang yang terpilih mengikuti program asimilasi pertanian tersebut—mereka yang dinilai berkomitmen dan berperilaku baik selama masa pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi. Program asimilasi pertanian ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan misi Pemasyarakatan yang “membina, bukan menghukum.”
“Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara Lapas dan pemerintah daerah dalam menyiapkan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif setelah bebas,” tutup Priyo.
- Penulis: mamang
