Doa Bersama Awal Tahun di Rutan Tanjung Teguhkan Kepedulian Sosial dan Pembinaan Spiritual Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 154

Doa Bersama Awal Tahun di Rutan Tanjung Teguhkan Kepedulian Sosial dan Pembinaan Spiritual Warga Binaan (Dok. Istimewa)
TANJUNG, PAStime News —
Mengawali pergantian tahun, Rutan Kelas IIB Tanjung menggelar doa bersama pada Rabu (31/12).
Selain menjadi ibadah, kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap korban banjir di beberapa provinsi.
Dengan demikian, doa bersama memperkuat solidaritas kemanusiaan lintas wilayah dan kebersamaan internal Rutan.
Selanjutnya, doa bersama berlangsung khidmat di Masjid Al-Mustaqim Rutan Tanjung.
Kegiatan ini dihadiri jajaran struktural, petugas, dan seluruh Warga Binaan.
Kemudian, jamaah melantunkan dzikir dan doa bersama dalam suasana tenang dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah memanjatkan doa agar musibah banjir segera berakhir.
Selain itu, doa ditujukan bagi kesabaran korban dan pemulihan wilayah terdampak.
Lebih lanjut, doa memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi Warga Binaan dan petugas.
Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sarana refleksi, empati, dan pembentukan kesadaran spiritual.
Sementara itu, Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, menegaskan doa bersama sebagai pembinaan spiritual berkelanjutan.
“Selain memohon keselamatan dan keberkahan, doa ini kami tujukan bagi saudara terdampak banjir lintas provinsi.
Oleh sebab itu, kegiatan ini menanamkan empati, kepedulian, dan rasa syukur.
Harapannya, doa bersama menginspirasi Warga Binaan memperbaiki diri dan membangun sikap positif.”
Selanjutnya, Raymon juga menyampaikan permohonan maaf kepada Warga Binaan dan petugas.
“Saya secara pribadi dan keluarga memohon maaf atas kekhilafan selama 2025.
Dengan harapan, kita menyongsong 2026 dengan semangat dan motivasi baru.”
Di sisi lain, Warga Binaan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya doa bersama.
Bagi mereka, kegiatan ini menumbuhkan niat menjadi pribadi lebih baik di tahun baru.
Selain itu, doa bersama memperkuat solidaritas terhadap sesama, khususnya korban bencana.
“Saya merasa tenang mengikuti doa bersama ini.
Kami mendoakan korban banjir dan belajar bersyukur serta peduli.
Semoga doa diterima dan keadaan mereka segera membaik.”
Akhirnya, doa dipimpin oleh Warga Binaan yang bertugas sebagai tamping masjid.
Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan keberhasilan pembinaan spiritual di Rutan Tanjung.
Lebih jauh, pembinaan ini mempersiapkan Warga Binaan kembali berintegrasi secara positif dengan masyarakat.
- Penulis: Husni
