Ibadah Oikumene Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan Kristiani Lapas Kelas IIA Banjarmasin
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 23

Ibadah Oikumene Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan Kristiani Lapas Kelas IIA Banjarmasin (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PAStime News – Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali menggelar ibadah Oikumene bagi Warga Binaan Kristiani, Jumat (30/1).
Kegiatan berlangsung di Gereja Oikumene Lapas sebagai bagian pembinaan kepribadian berbasis kerohanian.
Melalui pelayanan Yayasan Indonesia Bangkit & Bersinar Shine and Rise, Lapas Banjarmasin meneguhkan iman, karakter, serta pola pikir positif Warga Binaan Kristiani secara berkelanjutan
Selanjutnya, seluruh Warga Binaan Kristiani mengikuti ibadah dengan pendampingan Pembina Gereja Oikumene Lapas.
Sementara itu, suasana ibadah berlangsung khusyuk dan tertib sejak awal kegiatan.
Kemudian, rangkaian ibadah diawali pujian dan penyembahan bersama.
Setelah itu, Pdt. Tomi, S.Th., menyampaikan Firman Tuhan kepada seluruh peserta ibadah.
Dalam khotbahnya, Pdt. Tomi mengangkat pesan Mazmur 1:1–6 secara reflektif.
Ia menekankan pentingnya memilih jalan hidup berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.
Menurutnya, kehidupan berlandaskan kebenaran akan bertumbuh, berbuah, serta menerima berkat.
Sebaliknya, kehidupan tanpa kebenaran diibaratkan sekam yang mudah ditiup angin.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pentingnya pembinaan kerohanian berkelanjutan.
Ia menilai nilai keimanan menjadi fondasi pembentukan karakter dan pola pikir positif Warga Binaan.
“Melalui ibadah ini, kami berharap iman Warga Binaan semakin kuat dan menjadi pegangan hidup yang benar,” ujarnya.
Ia menambahkan nilai Firman Tuhan mendorong perubahan diri serta kesiapan menjalani kehidupan lebih baik.
Di sisi lain, Pembina Gereja Oikumene Banjarmasin, Shendy, menyampaikan renungan penguatan iman.
Ia mengajak Warga Binaan tetap hidup benar di tengah berbagai tantangan kehidupan.
“Tuhan mengenal jalan orang benar dan memberikan perkenanan bagi mereka yang setia,” tuturnya.
Selanjutnya, salah satu Warga Binaan, Imanuel, membagikan refleksi pribadi secara terbuka.
Ia menjelaskan kebiasaan saat teduh dan membaca Alkitab membantunya mengambil keputusan hidup.
“Firman Tuhan menjadi pegangan utama kami, bukan nasihat dunia yang menyesatkan,” tuturnya.
Akhirnya, Lapas Banjarmasin berharap pembinaan kepribadian Kristiani terus berjalan optimal dan konsisten.
Dengan demikian, kegiatan ini menumbuhkan iman, harapan, serta karakter positif bagi kehidupan bermakna.
- Penulis: Husni
