Pemkab Bogor Cek soal Dugaan Buah Tak Layak di MBG, Ini Hasilnya!
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 177

Pemkab Bogor Cek soal Dugaan Buah Tak Layak di MBG, Ini Hasilnya! Ilustrasi Buah dok:(Istimewa)
BOGOR,PAStime News – Pemerintah Kabupaten Bogor segera menindaklanjuti video media sosial terkait dugaan buah tidak layak konsumsi pada menu MBG.Selain itu, perhatian publik diarahkan pada SPPG Cijayanti 03, Kecamatan Babakan Madang.
Sebagai langkah cepat, Dinas Ketahanan Pangan langsung bergerak ke lokasi.Kemudian, pihak kecamatan dan Puskesmas Cijayanti turut melakukan klarifikasi lapangan.Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyampaikan hasil pemeriksaan langsung.Selanjutnya, ia menegaskan tidak ditemukan bukti visual buah busuk.
“Berdasarkan pemeriksaan lapangan, dugaan buah busuk dalam video tersebut tidak terbukti secara visual,” ujar Teuku Mulya.
Ia menjelaskan menu yang dipersoalkan berupa makanan kering.
Kemudian, distribusi dilakukan sehari sebelumnya tanpa indikasi pangan tidak layak.“Menu tersebut makanan kering dan tidak menunjukkan tanda pangan tidak layak konsumsi,” jelasnya.
Namun demikian, Pemkab Bogor memahami kekhawatiran orang tua siswa.Oleh karena itu, masukan tersebut di jadikan bahan evaluasi layanan MBG.
Selain itu, variasi menu menjadi perhatian utama agar anak tertarik mengonsumsi makanan.
Dengan demikian, makanan tidak terbuang dan manfaat gizi tetap optimal.
“Aspirasi orang tua menginginkan menu bervariasi dan disukai anak,” tambah Teuku Mulya.
Sementara itu, Teuku Mulya menegaskan penerapan SOP wajib dijalankan secara konsisten.
Kemudian, pengawasan dimulai sejak penerimaan bahan hingga pendistribusian.
Selain harga, makanan olahan harus memenuhi keamanan, mutu, dan standar gizi.
Selanjutnya, penggunaan pangan lokal didorong untuk mendukung ekonomi masyarakat.
“Makanan harus aman, bergizi, dan memanfaatkan pangan segar lokal,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pembina merekomendasikan peningkatan pengawasan mutu pangan.
Kemudian, variasi menu disesuaikan dengan preferensi anak sekolah.
Selain itu, legalitas dan informasi kedaluwarsa bahan pangan wajib dipastikan jelas.
Selanjutnya, kecamatan memfasilitasi dialog pengelola SPPG dan orang tua siswa.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas, keamanan, dan keberlanjutan program gizi anak,” pungkas Teuku Mulya.
Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam Menjaga Mutu, Keamanan, dan Kepercayaan Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis Melalui Pengawasan Ketat, Evaluasi Berkala, Peningkatan Variasi Menu, Penguatan SOP, Pemanfaatan Pangan Lokal, serta Komunikasi Terbuka Bersama Orang Tua dan Masyarakat Luas
- Penulis: Husni
