Iman Tak Terpenjara: GPIB Hadirkan Damai di Lapas Banjarmasin
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 63

Ibadah rutin GPIB Maranatha di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin berlangsung khidmat, diikuti Warga Binaan Kristiani dan dipimpin Pdt. Jonathan Simanjuntak. (Dok: Humas Lapas Banjarmasin)
PAStime News, Banjarmasin – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Oikumene Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin saat berlangsung ibadah rutin bulanan pelayanan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) “Maranatha”, Selasa (16/9). Seluruh Warga Binaan Kristiani hadir bersama Pembina Gereja Oikumene untuk memanjatkan pujian penyembahan dan mendengarkan khotbah yang di bawakan oleh Pdt. Jonathan Marco F. Simanjuntak, S.Th.
Mengangkat tema dari Matius 4:35–41 tentang “Angin Ribut Diredakan”, Pdt. Jonathan menekankan bahwa setiap badai kehidupan hanyalah ujian iman. “Percayalah, Yesus berkuasa atas segala situasi. Bahkan dalam badai yang menakutkan sekalipun, Dia tetap memegang kendali penuh,” pesannya.
Renungan tersebut menegaskan pentingnya mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Kristus, sekalipun menghadapi kesulitan yang datang tak terduga. Dalam keheningan suasana ibadah, setiap hati di ajak menemukan ketenangan sejati lewat iman yang teguh.
Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, turut memberikan penguatan kepada para Warga Binaan. “Renungan hari ini menjadi penghiburan bagi kita semua, bahwa Kristus selalu menyertai dalam setiap badai kehidupan—baik dengan meredakan masalah di sekitar kita maupun memberikan ketenangan dalam hati,” ujarnya.
Ibadah ini meneguhkan Warga Binaan Kristiani untuk terus berharap, berserah, dan percaya bahwa bersama Kristus, tak ada badai yang terlalu besar. Seperti pelita di malam gelap, iman di balik jeruji hadirkan terang dan harapan.
- Penulis: mamang
