Jembatan Hati Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pemulihan Relasi Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 147

Jembatan Hati Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pemulihan Relasi Warga Binaan (Dok. Istimewa)
Asesmen komprehensif Jembatan Hati menjadi langkah strategis Lapas Narkotika Karang Intan menghadirkan layanan Pemasyarakatan humanis, inklusif, dan berdampak nyata
KARANG INTAN, PAStime News — Sebagai langkah pertama, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan inklusif.
Oleh karena itu, Lapas Narkotika Karang Intan melakukan penilaian terhadap Warga Binaan sebagai bagian dari inovasi layanan Jembatan Hati, pada hari Sabtu tanggal 7 Februari.
Selanjutnya, Jembatan Hati dirancang untuk memulihkan komunikasi dan hubungan emosional antara Warga Binaan dengan keluarganya.
Kemudian, program ini di jalankan dengan melakukan pencarian data, berkoordinasi antar instansi, serta memberikan layanan komunikasi yang manusiawi dan berkelanjutan.
Sementara itu, sistem database pemasyarakatan mencatat bahwa terdapat 368 warga binaan yang tidak lagi berkomunikasi dan tidak pernah menerima kunjungan dari keluarga mereka.
Oleh karena itu, data tersebut menjadi dasar dalam menentukan sasaran prioritas program Jembatan Hati.
Selain itu, asesmen bertujuan untuk mengetahui secara menyeluruh kondisi sosial, psikologis, dan administratif dari Warga Binaan.
Di sisi lain, asesmen memastikan bahwa warga binaan dapat memenuhi haknya dalam menjalin hubungan dengan keluarga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Program ini juga mendorong kerja sama yang aktif dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam proses pencarian keluarga.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa program ini berasal dari rasa peduli terhadap kemanusiaan.
Kami menyadari bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam keberhasilan pelatihan serta reintegrasi sosial,” kata Yugo.
Senada, Ketua Tim Zona Integritas, Kuderi, mengatakan bahwa inovasi ini membantu mewujudkan WBK dan WBBM pada tahun 2026.
Jembatan Hati adalah layanan publik yang berlandaskan empati dan data, serta menjawab kebutuhan yang sebenarnya,” jelas Kuderi.
Manfaat dari program tersebut langsung di rasakan oleh warga binaan yang mengikuti asesmen.
Program ini memberi saya harapan baru setelah beberapa tahun tidak bisa berkomunikasi lagi,” kata Bahruddin.
Akhirnya, Jembatan Hati menyatakan peran Lapas dalam memulihkan hubungan sosial dan emosional secara adil.
Dengan demikian, inovasi ini membantu meningkatkan kembali kedudukan sosial seseorang dan memperkuat keyakinan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan.
- Penulis: Husni
