Jumat Takwa Lapas Banjarmasin Perkuat Spiritualitas Warga Binaan melalui Tausiah dan Pembinaan Akhlak Berkelanjutan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Jumat Takwa Lapas Banjarmasin Perkuat Spiritualitas Warga Binaan melalui Tausiah dan Pembinaan Akhlak Berkelanjutan (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, Pastime News – Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali menggelar program Jumat Takwa sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian para Warga Binaan, Jumat (30/1).
Melalui program rutin Jumat Takwa, Lapas Kelas IIA Banjarmasin menanamkan nilai iman, ketakwaan, serta etika sosial guna membentuk karakter Warga Binaan yang lebih baik dan berkesinambungan
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai keimanan, meningkatkan rasa takwa, serta mendorong perbaikan akhlak secara terus-menerus.
Selanjutnya, Lapas Banjarmasin mengundang Mursalim, seorang peserta magang nasional, untuk memberikan tausiah di Masjid Baabut Taqwa.
Sebelumnya, acara di mulai dengan membacakan Maulid Habsyi dan mengalunkan syair pujian secara khusyuk.
Kemudian, Mursalim memberikan tausiah dengan tema tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan serta hubungan antar sesama manusia.
Dalam pidatonya, Mursalim menegaskan bahwa pintu taubat Allah selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin memperbaiki dirinya.
Sementara itu, ia menekankan bahwa hubungan antarmanusia membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh karena berkaitan dengan perasaan, kesalahan, dan pemenuhan hak.
Selain itu, Mursalim mendorong warga binaan untuk meningkatkan ibadah pribadi sekaligus memperbaiki sikap sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya menjaga ucapan, saling menghormati, serta terbiasa meminta maaf dan memberi maaf.
Menurutnya, menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan orang lain menjadi cara untuk mengukur sejauh mana seseorang berhasil dalam memperbaiki diri.
Program Jumat Takwa adalah kegiatan pembinaan kepribadian yang rutin dan konsisten di adakan oleh Lapas Banjarmasin.
Melalui program ini, Lapas berusaha memperkuat nilai spiritual sebagai dasar untuk mengubah perilaku menjadi lebih positif.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menekankan peran penting kegiatan keagamaan dalam proses pembinaan.
Ia menjelaskan bahwa Jumat Takwa merupakan cara yang efektif untuk memperkuat iman dan membentuk karakter para Warga Binaan.
Selain itu, ia berharap pembinaan spiritual mampu mengubah sikap peserta selama proses pembinaan berlangsung.
Salah satu warga binaan yang berinisial AS ikut menyampaikan pengalaman positif setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa ceramah tersebut menyadarkannya akan pentingnya memperbaiki hubungan sosial sebagai bagian dari proses perubahan diri.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan dorongan yang kuat untuk terus berusaha memperbaiki diri dan menjadi orang yang lebih baik.
Masa depannya, Lapas Banjarmasin berharap pembinaan spiritual bisa menjadi dasar pembentukan karakter Warga Binaan yang lebih bermakna.
Dengan demikian, program ini di harapkan mampu meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, serta mendorong perilaku positif yang berkelanjutan.
- Penulis: Husni
