Kak Seto Bangkitkan Semangat Anak Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 38

Sumber : LPKA Jakarta (Dok. Istimewa)
Depok, PAStime News – Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jakarta mengadakan kegiatan “Kakak Bercerita Bersama Kak Seto” pada Senin (27/7).
Selanjutnya, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi, memberikan semangat kepada 37 anak yang di tangani oleh lembaga tersebut.
Setelah itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengadakan kegiatan tersebut bersama Kelompok Kerja Stop Stigma atau Sinergi Sejuta Tangan.
Selain itu, kerja sama tersebut melibatkan Espas Indonesia, Ikatan Bimbingan Konseling Sekolah, Sahabat Anak Indonesia, dan Jendela Pendidikan Nusantara.
Sementara itu, Kak Seto bercerita tentang perjalanan hidupnya yang penuh dengan tantangan, kegagalan, dan usaha keras sebelum akhirnya berhasil mencapai kesuksesan.
“Bukan hanya berani meraih sukses, tetapi anak-anak juga harus berani menghadapi kegagalan agar nantinya bisa bangkit lagi dan menjadi lebih hebat di masa depan,” ujar Kak Seto.
Selanjutnya, dia menegaskan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang tidak bisa dibandingkan dengan orang lain.
“Semua anak itu berbeda, asli, dan tidak bisa dibandingkan. Semua anak hebat. “Anak binaan tetap adalah anak-anak Indonesia yang patut dihargai, dihormati, dan memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan mereka,” ujarnya.
Selain memberikan semangat, Kak Seto juga menghargai suasana pembinaan yang berlangsung dengan suasana yang ramah terhadap anak di LPKA Jakarta.
“Saya melihat LPKA ini ramah anak. Mereka dibangun, di beri semangat, dan tetap merasa percaya diri,” pujiannya.
Lebih lanjut, Kak Seto mengajak keluarga dan masyarakat untuk menerima kembali Anak Binaan dengan hati yang terbuka.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta, Wachid Wibowo, memperingatkan pentingnya menggunakan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Hari ini mulailah bertobat. Manfaatkan waktu selama proses pembinaan untuk berpikir, belajar, dan memperbaiki diri sendiri. Kesempatan kalian masih panjang,” pesan Wachid.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta juga menekankan betapa pentingnya memenuhi hak pendidikan bagi setiap anak binaan.
Setelah itu, panitia menyerahkan sumbangan berupa buku cerita dan satu unit laptop untuk membantu kegiatan belajar.
Selanjutnya, semua peserta bersama-sama menikmati momen kebersamaan dengan bermain permainan, bernyanyi, dan makan bersama dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.
Oleh karena itu, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga tentang membentuk karakter, memulihkan harapan, serta membantu Anak Binaan siap kembali berkontribusi positif kepada masyarakat.
- Penulis: Husni
