Kakanwil Ditjenpas Jateng Dukung Penguatan Integritas Aparatur di Nusakambangan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Kakanwil Ditjenpas Jateng Dukung Penguatan Integritas Aparatur di Nusakambangan (Dok. Istimewa)
Penutupan Pembinaan Mental Terpadu Tahap II Kemenimipas 2026 menegaskan komitmen pembentukan karakter, pemulihan integritas, dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan secara berkelanjutan
NUSAKAMBANGAN, PAStime News — Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menghadiri acara penutupan Pembinaan Mental Terpadu Tahap II Kemenimipas 2026, pada Kamis (5/2).
Selanjutnya, kehadiran tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap peningkatan integritas dan pembentukan kembali karakter para pegawai pemasyarakatan.
Selama 24 hari, program pembinaan berjalan mulai dari 13 Januari hingga 5 Februari 2026.
Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan 120 peserta, meskipun ada empat orang yang tidak berhasil menyelesaikan program karena masalah kesehatan.
Lebih lanjut, pembinaan ini di buat agar sikap, mental, dan tindakan pegawai kembali selaras dengan nilai-nilai organisasi.
Setelah itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pujo Harianto, secara resmi menutup acara tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Mardi Santoso menilai pelatihan mental terpadu sebagai langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme para pegawai pemasyarakatan.
Pembinaan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan diri sendiri,” kata Mardi Santoso.
Saya berharap mereka menunjukkan sikap yang lebih positif dan menjadi contoh yang baik dalam hal integritas, disiplin, serta kinerja,” tambahnya.
Selanjutnya, Mardi menekankan pentingnya menjaga kepercayaan antara institusi dan masyarakat dengan cara mematuhi norma serta peraturan yang berlaku.

Penguatan Integritas Aparatur di Nusakambangan
Oleh karena itu, ia berharap pengalaman yang di dapat selama pelatihan dapat menjadi dasar yang kuat dalam menjalankan tugas di unit kerja tersebut.
Di sisi lain, Pujo Harianto menekankan bahwa pembinaan mental yang terpadu memiliki peran penting dalam pemulihan integritas aparatur.
ini adalah upaya untuk mengembalikan pegawai ke jalur yang benar,” ujar Pujo dengan tegas.
Sekaligus menjadi pelajaran agar pelanggaran serupa tidak terjadi lagi,” tambahnya.
- Penulis: Husni
