Kakanwil Ditjenpas Tinjau Ketahanan Pangan dan Asimilasi Warga Binaan di Lapas Magelang
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Kakanwil Ditjenpas Tinjau Ketahanan Pangan dan Asimilasi Warga Binaan di Lapas Magelang (Dok. Istimewa)
MAGELANG, Pastime News — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah melakukan inspeksi terhadap program ketahanan pangan di Lapas Magelang, khususnya fasilitas asimilasi sebelum bebas.
Peninjauan sarana ketahanan pangan dan asimilasi Lapas Magelang menegaskan komitmen pembinaan berkelanjutan guna menyiapkan Warga Binaan mandiri, produktif, dan siap reintegrasi sosial
Selain itu, rombongan langsung memantau kesiapan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi area branggang, dapur, dan fasilitas ketahanan pangan.
Setelah itu, petugas menjelaskan penggunaan fasilitas tersebut sebagai media pembinaan serta asimilasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Lapas Magelang secara konsisten mengelola peternakan ayam, pertanian, dan perikanan.
Dengan demikian, program ini mendukung kemandirian pangan sekaligus melatih keterampilan Warga Binaan.
Selain melakukan inspeksi, Kakanwil melepas ratusan bibit ikan ke kolam perikanan Lapas.
Oleh karena itu, program perikanan diharapkan memberikan keterampilan produktif kepada Warga Binaan setelah bebas.
Mardi Santoso menekankan bahwa pembinaan harus berorientasi pada kemandirian dan kesiapan reintegrasi sosial.
Selain itu, ia memastikan pelayanan pembinaan berjalan optimal sesuai prinsip Pemasyarakatan.
“Ketahanan pangan bukan hanya sekadar produksi, tetapi juga sarana pembinaan dan asimilasi,” ujar Mardi Santoso.
“Program ini membentuk keterampilan dan mental Warga Binaan sebelum mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Magelang, Agung Supriyanto, menegaskan komitmen terhadap pengembangan pembinaan berkelanjutan.
Selanjutnya, ia menyelaraskan program dengan arahan Ditjenpas dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami mencetak Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi setelah masa pidana,” tegas Agung Supriyanto.
- Penulis: Husni
