Kalapas Piru Dorong Peningkatan Kualitas Produk Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 50

Sumber Lapas Piru (Dok. istimewa)
Piru, PAStime News – Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, secara langsung meninjau bengkel kerja pembinaan kemandirian, Rabu (8/7).
Selanjutnya, Hery memperhatikan proses pembuatan berbagai produk karya warga binaan yang sedang mengikuti program pembinaan keterampilan.
Produk tersebut mencakup berbagai barang seperti mebel, lukisan pasir, miniatur kapal, serta stepping stone yang dibuat secara khusus dan memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, Kalapas juga memberikan evaluasi dan dorongan agar setiap produk menjadi lebih berkualitas, kreatif, dan mampu bersaing.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya proses kerja yang efektif tanpa mengorbankan kualitas hasil produksi.
Menurut Hery, pembinaan kemandirian tidak hanya membantu mengembangkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, sikap kerja, dan kemampuan berkreasi.
“Pembinaan kemandirian bukan hanya tentang mengajarkan cara membuat produk, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan cara berpikir yang kreatif. Saya berharap semua warga binaan terus meningkatkan kualitas hasil kerja mereka, menggunakan waktu dengan baik, serta menciptakan inovasi agar produk yang di hasilkan bisa kompetitif dan menjadi persiapan untuk hidup mandiri setelah bebas nanti,” harap Hery.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir mengatakan pernyataan tersebut menjadi semangat bagi para pembina.
Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas bimbingan serta mengembangkan potensi warga binaan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kami terus memberikan bimbingan dan pendampingan secara berkelanjutan agar setiap warga binaan bisa mengembangkan keterampilan yang di milikinya. Fokus kami tidak hanya menciptakan produk yang berkualitas, tetapi juga menerapkan budaya kerja yang disiplin, efisien, dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, sehingga karya para warga binaan semakin memiliki nilai ekonomi yang tinggi, kata dia.
Selanjutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam meningkatkan pembinaan kemandirian.
Dengan demikian, Lapas Piru terus memperkuat pembinaan yang bermanfaat, kreatif, dan berkelanjutan sesuai semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat serta nilai PRIMA.
Dengan langkah tersebut, diharapkan warga binaan memiliki kemampuan, sikap, dan kesiapan untuk bisa mengembalikan diri ke masyarakat secara mandiri setelah menjalani hukuman.
- Penulis: Husni
